Pasar seringkali didefinisikan sebagai tempat di mana terjadinya transaksi antara penjual dengan pembeli. Dengan perkembangan internet yang semakin pesar, transaksi dapat terjadi di suatu Negara dengan Negara di belahan dunia lainnya hanya dalam hitungan detik, dan tempat transaksi tersebut berlangsung hanya bersifat virtual (virtual marketplace). Bisnis yang mengandalkan internet sebagai alat utamanya dikenal dengan istilah e-commerce.
Mall elektronik atau biasa disebut e-mall, memiliki fungsi yang serupa dengan mall-mall di dunia nyata. E-mall menyediakan space di mana berbagai supplier dapat menjual produk mereka di sebuah situs. E-mall juga menyediakan fasilitas agar pengunjung yang tertarik dengan suatu produk yang dijual untuk dapat melakukan transaksi saat itu juga. Biasanya pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, atau fasilitas seperti PayPal, dan produk akan dikirim melalui pos atau jasa kurir.
E-mall dapat dibedakan ke dalam beberapa kategori. Berdasarkan produk yang dijual, e-mall dibedakan sebagai e-mall general (umum) dan e-mall khusus.
• E-Mall Umum
E-mall umum merupakan e-mall yang menyediakan berbagai macam produk untuk dijual pada situsnya. Contoh e-mall umum adalah amazon.com, yang menyediakan berbagai peralatan elektronik, DVD film, CD musik, buku, perlengkapan kantor, sampai perlengakapn bayi dan anak-anak.
• E-Mall Khusus
Berbeda dengan e-mall umum yang menyediakan berbagai jenis produk, e-mall khusus hanya menjual satu jenis produk saja, misalnya khusus baju anak kecil (baju-anak.com), khusus games (gamezone.com), dan lain-lain. Contoh lain dari e-mall khusus misalnya bhinneka.com, sebuah webstore yang cukup terkenal di Indonesia. Situs ini menyediakan berbagai produk elektronik, dari computer, software, handphone, dan berbagai produk IT lainnya. Situs yang memiliki misi untuk menjadi webstore nomor 1 dalam hal penyediaan produk IT di Indonesia ini menjual produk dalam standar dollar, sehingga harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kedudukan dollar saat itu.
E-mall juga dapat dibedakan berdasarkan daerah yang dijangkaunya, yaitu e-mall e-mall regional dan e-mall global. E-mall regional, seperti parknshop.com hanya melayani konsumen yang berada di Hongkong saja, sedangkan e-mall global melayani transaksi dari berbagai Negara.
Ebay (www.ebay.com) adalah suatu situs lelang online buatan Amerika yang memperjualbelikan berbagai barang, dari peralatan rumah tangga, furniture, alat elektronik, hingga karya seni. Ebay didirikan oleh perusahaan EchoBay pada tahun 1995 oleh Omidyar. Ebay termasuk ke dalam e-commerce yang fenomenal di seluruh dunia dan telah memiliki situs-situs regional di berbagai Negara, seperti Australia, Prancis, bahkan Indonesia (www.id.ebay.com). Ebay membagi katalognya dalam berbagai kategori yang memudahkan pencarian produk. Ebay juga memberikan rekomendasi bagi sellers yang sudah terpercaya dan menggunakan sistem pembayaran dengan menggunakan PayPal, sehingga lebih aman dari penipuan dengan menggunakan kartu kredit.
Wikinomics merupakan sebuah istilah yang diperkenalkan dalam sebuah buku bisnis yang membahas bagaimana kolaborasi massa yang dilakukan oleh beberapa perusahaan pada abad ke 21 ini dengan menggunakan teknologi open source seperti Wikis, telah berhasil membuat kesuksesan perusahaan tersebut. Buku karya Don Tapscott dan Anthony D. Williams dengan judul “Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything” ini sukses menjadi bacaan wajib para businessmen sebagai panduan bisnis mengenai penggunaan teknologi sebagai salah satu tools dalam marketing strategy mereka. Buku ini dipublikasikan pada bulan Desember 2006 dan berhasil dinobatkan sebagai salah satu buku bisnis terbaik di tahun 2007 dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa. Menurut Tapscott, Wikinomics ini mengutamakan empat prinsip utama, yaitu: Openness (keterbukaan), siapapun dapat menjadi anggota secara terbuka, Peering (kerjasama), dengan menerapkan sistem bekerja sama sebagai kelompok dalam pengembangannya, Sharing (berbagi), dengan keterbukaan dan kebebasan untuk saling mengakses dan bertukar informasi, dan Acting Globally (bertindak global), dengan layanan yang bersifat global dan dapat diakses oleh orang dari seluruh dunia tanpa terbatas ruang dan waktu.
Empat prinsip tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam tujuh model strategi bisnis dan ekonomi, yaitu peer pioneer, ideagoras, prosumers, new Alexandrians, platforms for participation, global plant floor, dan wiki workplace. Prosumers adalah gabungan dari kata produsen dan consumers yang karena pada situs kolaborasi massa, konsumen juga sekaligus bertindak sebagai produsen yang turut serat dalam pengembangan produk (informasi). Misalnya dalam situs Youtube di mana pengguna bebas membagikan video dan akan menerima feedback dari pengunjung lainnya. Salah satu contoh wikinomics lainnya yang sudah dikenal akrab adalah Wikipedia, yang memberikan akses kepada setiap pengguna untuk mengakses, membagikan, maupun menyunting sebuah informasi kepada jutaan pengguna lainnya.
Dalam ilmu pemasaran dikenal istilah word of mouth, yaitu informasi yang disebarkan dari mulut ke mulut. Seiring dengan perkembangan teknologi, dan berkembangnya pemasaran interaktif, istilah word of mouth ini meluas jangkauannya menjadi virtual word of mouth, di mana informasi dipertukarkan melalui dunia maya, yang notabene memiliki kekuatan lebih cepat dan menjangkau hampir ke seluruh belahan dunia. Virtual word of mouth ini dicapai dengan memanfaatkan teknologi-teknologi media elektronik online, seperti situs-situs jejaring sosial (Facebook, Twitter, dan Youtube), blog, dan lain-lain. Viral marketing merupakan istilah yang banyak digunakan sekarang ini, yaitu pemasaran online dengan tujuan meningkatkan pertukaran informasi melalaui virtual word of mouth. Teknik ini sudah diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Levi’s, juga organisasi dunia, Greenpeace, melalui situs Youtube, dan terbukti cukup efektif dalam menimbulkan awareness masyarakat. Selain itu, karena memanfaatkan fasilitas internet, teknik pemasaran semacam ini juga irit biaya dan menopangkan keberhasilannya pada tiingginya tingkat virtual word of mouth.
Referensi:
http://ebay.about.com/
http://ezinearticles.com/?Social-Network-Marketing---Promoting-by-Virtual-Word-of-Mouth&id=3899511
http://pages.ebay.co.uk/aboutebay.html
http://www.emall.com/
http://www.proceedings2009.imcsit.org/pliks/12.pdf
http://www.wikinomics.com/blog/index.php/about/
http://www.wikinomics.com/book/
Kamis, Mei 13, 2010
Perkembangan Pemasaran Interaktif
Penerapan CRM dalam Pemasaran Interaktif
Konsumen merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pengembangan perusahaan, sehingga muncul istilah “konsumen adalah raja” yang seringkali didewakan dalam bisnis. Akan tetapi, tidak semua konsumen bermanfaat bagi bisnis, maka itu perusahaan perlu mengenali konsumen yang memberikan keuntungan maksimal untuk kemudian dilayani sesuai kebutuhannya agar terus memberikan keuntungan maksimal bagi perusahaan. Seiring dengan perkembangan suatu bisnis, seringkali perusahaan juga akan berupaya mengembangkan jangkauan konsumen potensial dengan memperluas target market. Hal ini dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti memperluas line produk, memperluas line brand, dan sebagainya. Dalam upayanya menjangkau konsumen yang lebih luas ini, perusahaan masih harus tetap memperhatikan dan mempertahankan konsumen lama. Konsumen lama, maksudnya merupakan konsumen yang telah menggunakan jasa perusahaan terlebih dahulu, dan biasanya sudah memiliki tingkat loyalitas yang lebih kepada merk dan perusahaan tersebut. Perusahaan dapat mengantisipasi hal ini dengan menjali hubungan atau relationship yang lebih personal dengan konsumen-konsumen tersebut dengan metode CRM.
Customer Relationship Management atau biasa disingkat CRM, merupakan proses atau metode yang digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku konsumen, sebagai salah satu kunci untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan mereka. Dengan adanya aktifitas CRM, perusahaan berupaya untuk menggali lebih detail mengenai konsumennya. Terdapat banyak komponen teknologikal bagi CRM, namun akan salah apabila membayangkan CRM dalam konteks teknologikal intinya, karena akan lebih tepat bila CRM diartikan sebagai proses yang membantu menyatukan banyak komponen dan informasi mengenai konsumen atau pelanggan, penjualan, keefektifitasan pemasaran, tren pasar, dan tanggapan masyarakat. CRM juga membantu bisnis untuk menggunakan teknologi dan sumber daya manusia, untuk memperoleh insights mengenai perilaku konsumen dan nilai atau value konsumen tersebut.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang juga semakin mempengaruhi aplikasi-aplikasi bisnis, CRM menjadi salah satu proses bisnis yang cukup penting dewasa ini. CRM sebagai strategi yang komprehensif dari perusahaan agar setiap proses dari siklus hidup konsumen, seperti acquisitions, fulfillment, dan retention, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menguntungkan dalam pengembangan bisnis perusahaan. Dengan mengaplikasikan CRM, perusahaan dapat memperoleh data yang berguna untuk menganalisis kebutuhan, keinginan, karakteristik, hingga perilaku konsumen, yang dapat berguna sebagai data untuk perencanaan strategi pemasaran yang lebih efektif ke depannya.
Dalam CRM. perusahaan pada dasarnya melakukan beberapa aktifitas utama, yaitu:
1. Membangun database pelanggan yang kuat.
Database merupakan kunci utama dalam pelaksanaan CRM karena berisikan berbagai informasi mengenai suatu konsumen. Database berguna sebagai aset tolak ukur perusahaan saat ini dan kemungkinan performa di masa depan. Database dapat dikumpulkan dengan banyak cara, seperti melalui form aplikasi, pengembalian kartu garansi, kartu anggota, dan sebagainya. Pada pemasaran interaktif melalui internet, database dapat dikumpulkan melalui form registrasi pada situs perusahaan.
2. Membuat profil setiap pelanggan
Pembuatan profil merupakan kelanjutan dari tahap segmentasi konsumen, yang memberikan gambaran kebutuhan, keinginan, karakteristik, perilaku, maupun pendapat mereka mengenai produk atau layanan perusahaan. Dalam menentukan profil pelanggan, perusahaan dapat menggunakan dua parameter, yaitu usage dan uses. Usage menyangkut seberapa banyak mereka menggunakan produk perusahaan, kapan dan produk apa saja yang mereka gunakan, sementara uses menyangkut bagaimana konsumen menggunakan produk tersebut. Selain parameter tersebut, profil dapat digabungkan data-data demografis, psikografis, dan lainnya untuk mendukung profil yang lebih akurat.
3. Analisis profitabilitas setiap pelanggan
Analisis dibuat berdasarkan revenue (penerimaan) yang dihasilkan dari masing-masing konsumen, dan cost (biaya) yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk melayani mereka.
4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih targeted dan customized
Dengan profil yang jelas, perusahaan dapat membedakan target konsumen menjadi lebih terarah, dan perusahaan dapat menjalin komunikasi yang sesuai dengan profil pelanggan.
Sudah cukup banyak perangkat lunak atau software yang menyediakan aplikasi CRM yang beredar di pasaran. Kebanyakan aplikasi merupakan produk buatan perusahaan Amerika dan Eropa yang memang sudah sejak lama mengimplementasikan aplikasi ini pada perusahaan mereka. Aplikasi CRM ini bermanfaat untuk melakukan proses automatisasi pembangunan database pelanggan sesuai dengan data yang ingin digunakan, memberikan laporan dari data-data tersebut sehingga menjadi informasi yang berguna bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan (decision support system).
Selain daripada aplikasi CRM, untuk dapat mengimplementasikan CRM secara efektif, dibutuhkan sumber daya manusia, proses dan prosedur, serta system dan teknologi yang mendukung. Implementasi CRM pada akhirnya bukan hanya menyangkut teknologi, namun keseluruhan strategi perusahaan menyangkut kesiapan karyawan dan persiapan implementasi prosedur yang benar dalam proses pelayanan yang mengutamakan kepuasan konsumen. Teknologi hanyalah sebuah alat yang mendukung kesuksesan implementasi CRM, yang tanpa keberadaannya akan sulit untuk mengimplementasikan CRM yang komprehensif bagi perusahaan. Meskipun CRM membuat perusahaan mengeluarkan biaya lebih, namun perbandingan potensi keuntungan yang akan didapat tidaklah sebanding dan dapat dianggap sebagai sebuah investasi yang menguntungkan bagi perusahaan.
Dewasa ini, kebanyakan perusahaan sudah menggunakan website sebagai strategi pemasaran yang interaktif untuk tetap berhubungan dengan konsumennya. Web dinamis memungkinkan perusahaan untuk dapat mengimplementasikan CRM dengan lebih efektif dibandingkan perusahaan yang menggunakan web statis sebagai situsnya. Hal ini disebabkan dengan penggunaan web dinamis, konsumen, atau konsumen potensial juga dapat member input kepada perusahaan secara aktif dan memiliki tingkat interaksi yang tinggi sehingga komunikasi dapat berjalan dua arah. Pemilik situs dapat menanggapi input konsumen secara langsung, dan dapat memperoleh insight yang berguna. Sementara web statis hanya bersifat satu arah dan menutup kemungkinan bagi konsumen untuk berinteraksi dengan perusahaan melalui web serta menghalangi perusahaan dari mendapatkan feedback langsung dari konsumen, yang akan menyulitkan pengumpulan data insight dari konsumen, sehingga CRM lebih sulit diterapkan karena keterbatasan data yang didapat. Web statis tidak menutup kemungkinan perusahaan dalam memperoleh informasi, akan tetapi lebih sedikit dan tidak langsung. Biasanya dalam web statis, perusahaan mencantumkan contact yang bisa dihubungi berupa nomor telepon, alamat perusahaan, serta alamat email, di mana konsumen bisa menghubungi mereka. Ketika konsumen menghubungi mereka melalui informasi yang diperoleh tersebut, pada saat itulah perusahaan dapat mulai membuat database untuk dipergunakan dalam komunikasi yang lebih personal kepada konsumen tersebut.
Referensi:
Anderson, Kristin and Carol Kerr. 2002. Customer relationship management. Wisconsin: McGraww-Hill.
http://iwayan.info/Lecture/KonsepSILanj_S1/09_CRM-Plasmedia.pdf
Variabel Segmentasi Pasar
Dalam menentukan target pasar atau segmentasi pasar, umumnya ada 5 tahap yang dilalui oleh marketer, yaitu mengidentifikasi strategi targeting yang tepat sasaran, menentukan variabel segmentasi yang digunakan, mengembangkan profil segmentasi pasar, mengevaluasi segmentasi pasar yang relevan, baru kemudian memilih target atau segmen pasar yang dirasa tepat. Pada tahap kedua, marketer harus menentukan variabel segmentasi yang akan digunakan. Variabel segmentasi merupakan karakteristik individu, kelompok atau organisasi yang digunakan untuk membagi pasar ke dalam segmen-segmen tertentu. Variabel yang ditentukan haruslah berhubungan dengan kebutuhan konsumen, serta penggunaan dan perilaku konsumen terhadap produk. Variabel ini ditentukan berdasarkan sumber daya dan kemampuan perusahaan. Menentukan variable yang tepat merupakan langkah yang sangat penting dalam pemasaran sebab variable yang tidak tepat dapat membatasi kesempatan perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Variabel segmentasi ini dapat ditentukan berdasarkan demografi, psikografi, synchrografi, serta technografi.
Demografi
Demografi menurut Philip M. Hauser dan Duddley Duncan adalah ilmu yg mempelajari jumlah, sebaran teritorial, dan komposisi penduduk, serta perubahan penduduk karena fertilitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas sosial.
Pembagian variabel segmentasi berdasarkan demografis merupakan pengelompokkan pasar ke dalam segmen-segmen berdasarkan dinamika kependudukan manusia, meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu, yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.
Karakter-karakter yang biasa digunakan oleh marketer dalam mensegmentasikan pasar berdasarkan demografis misalnya umur, gender, ras dan etnisitas, pendapatan, pendidikan, besar keluarga, siklus hidup keluarga, agama, dan kelas social. Marketer banyak mengandalkan faktor demografis ini karena biasanya karakter ini sangat erat berhubungan dengan kebutuhan dan purchasing behavior konsumen. Selain itu, karakter demografis biasanya mudah diukur karena tidak perlu analisis yang mendalam.
Kebanyakan segmentasi produk di Indonesia dibagi berdasarkan demografis, karena mudah untuk diidentifikasikan, dan keberagaman demografi Indonesia memungkinkan pembagian yang cukup merata bagi tiap kelompok. Marketer perlu memperhatikan distribusi usia dan bagaimana distribusi itu berubah, anak-anak cenderung memiliki pengaruh lebih kuat akan pola pengeluaran. Gender juga merupakan variable yang biasa digunakan untuk mensegmentasi pasar, seperti majalah, kosmetik, dan rokok. Di Indonesia, rokok menthol seringkali diidentikan dengan wanita, sehingga pasarnya kebanyakan adalah wanita. Konsumen Indonesia terdiri dari kelas sosial yang beragam, sehingga produk yang dipasarkan pun disesuaikan dengan kelas-kelas tersebut. Produk-produk mahal yang diperuntukkan bagi kalangan AB, banyak dibuat tiruannya dengan kualitas lebih rendah bagi kelompok CD. Produk-produk seperti makanan, pakaian, kosmetik, atau layanan-layanan seperti bank dan asuransi dapat disegmentasi berdasarkan etnisitas dan ras. Melihat banyaknya etnis dan ras di Indonesia, segmentasi menggunakan variable ini adalah hal yang wajar dan dirasa perlu karena etnis dan ras berbeda biasanya juga memiliki selera dan preferensi yang berbeda. Selain itu demografi juga melihat pengaruh pendapatan terhadap kemampuan membeli, status pernikahan, umur anak, tingkat pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya.
Psikografi
Psikografi membagi konsumen berdasarkan karakteristik psikologisnya. Berbeda dengan demografi, kajian psikografis mempelajari mengapa konsumen membeli produk, maka pendekatan secara psikografis lebih sulit karena harus menganalisis hal yang tidak terlihat.
Pembagian konsumen berdasarkan psikografi memperhatikan alasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Ada empat faktor utama yang berpengaruh terhadap keputusan ini, yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan.
Motivasi merupakan faktor yang berasal dari kebutuhan manusia yang mendorong mereka untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Kebutuhan biologis seperti lapar, haus, dan kenyamanan, maupun kebutuhan psikologis seperti rasa aman, pengakuan, dan penghargaan, akan mendorong manusia melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Persepsi merupakan proses yang dilakukan oleh manusia dalam memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasi informasi maupun pesan yang diterima panca indera. Persepsi setiap orang berbeda-beda dipengaruhi oleh banyak faktor internal (pengetahuan, pengalaman) maupun eksternal (lingkungan). Oleh karena itu, seorang marketer harus menyampaikan pesan secara berhati-hati agar tidak terjadi salah persepsi oleh target konsumennya.
Perilaku manusia merupakan hasil dari pembelajaran (learning process) yang dijalani selama hidupnya. Pembelajaran merupakan perubahan perilaku seseorang yang timbul sebagai akibat dari pengalamannya. Pengalaman menyenangkan akan memberikan konsumen pembelajaran yang positif mengenai suatu produk atau perusahaan tertentu, sementara pengalaman yang buruk akan suatu produk akan memberikan pembelajaran yang negative bagi konsumen sehingga ke depannya akan sulit bagi konsumen untuk mengulangi perilaku pembelian yang sama terhadap produk tersebut. Oleh karena itu, marketer harus memperhatikan pesan komunikasi yang disampaikannya ketika menentukan target konsumen agar terbentuk motivasi, persepsi, pembelajaran, dan sikap yang positif terhadap produk.
Analisis psikografi yang seringkali digunakan dalam segmentasi pasar antara lain berdasarkan kepribadian, motif, dan gaya hidup. Di kota besar seperti Jakarta, penting sekali bagi pemasar untuk mempertimbangkan gaya hidup masyarakat dalam pemasaran, misalnya kebiasaan clubbing, berolahraga di gym, makan di restoran tertentu, belanja di tempat tertentu, maupun tempat nongkrong tertentu. Tempat-tempat tertentu yang menjadi hip di kota besar biasanya menggunakan pemasaran yang mengklasifikasikan pasarnya berdasarkan lifestyle, karena masyarakat memilih berdasarkan value atau image produk, di atas fungsi dan kualitas.
Synchrografi
Synchrografi adalah analisis khalayak yang memanfaatkan observasi. Konsepnya adalah mensegmentasikan pasar dengan penyesuaian timing suatu kejadian. Penggunaan informasi synchrografi menghindarkan secara eksplisit asumsi bahwa tujuan proses pesan individu stabil sepanjang waktu. Segmentasi berdasarkan synchrografi ini memperhatikan hubungan antara kemampuan produk dalam memenuhi permintaan pasar dengan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Synchrografi menyesuaikan sesuai waktu. Misalnya pemasaran produk susu, yang disesuaikan berdasarkan tingkat usia anak, pakaian ibu hamil, yang disesuaikan dengan trimester kehamilannya, pemasaran bunga pada saat pernikahan, pemakaman, dan sebagainya.
Meskipun synchrografi masih sangat bergantung pada proses generalisasi, yaitu dengan memecah khalayak menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan homogen, namun synchrografi memiliki tingkat akurasi analisis khalayak lebih tinggi.
Teknografi
Teknografi merupakan pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat penetrasi teknologi sesuai kebutuhan dan penggunaan mereka akan teknologi. Apabila target konsumen produk tidak memiliki penetrasi media internet yang tinggi, maka penggunaan media interaktif dalam kegiatan pemasaran akan tidak efektif.
Teknografi penting dalam pemasaran interaktif karena kegiatan pemasaran interaktif seringkali memanfaatkan media internet seperti website dan jejaring social, yang merupakan bagian dari teknologi. Di Indonesia, penetrasi teknologi masih belum merata, daerah seperti Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya mungkin sudah terbiasa dengan teknologi-teknologi canggih yang memerlukan kemampuan yang lebih tinggi, sedangkan daerah-daerah lain masih belum terlalu terpenetrasi oleh teknologi tertentu. Oleh karena itu, marketer perlu mempertimbangkan teknografi dalam pemasaran. Perusahaan provider misalnya, harus memikirkan tingkat pemakaian handphone dan kualitas sinyal di daerah tersebut sebelum memasarkan produknya.
Segmentasi pasar sangat penting untuk efektifitas marketing, agar lebih terfokus dan mencapai target khalayak yang sesuai. Segmentasi dengan penggunaan variable yang tepat akan membantu perusahaan menentukan target mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih dan lainnya. Segmentasi juga dilakukan sesuai dengan produk dan sumber daya perusahaan.
Referensi:
Greene, John O. dan Brant Raney Burleson. Handbook of Communication and Social Interaction Skills. Mahwah, NJ and London: Lawrence Erlbaum Association.
Kotler, Phillip dan Gary Armstrong. 2006. Introduction to Marketing. Prentice-Hall.
Rogers, Stuart Clark. 2001. Marketing Strategies, Tactics, and Techniques: A Handbook for Practitioners. Westport: Greenwood Publishing Group, Inc.
Mengukur Efektifitas Website dengan Webtrends dan Webmetrics
Dalam pengelolaan sebuah website, terutama sebagai bagian dari strategi internet marketing, penting untuk melakukan evaluasi akan performansi website tersebut, untuk melihat apakah strategi yang diterapkan pada website sudah sesuai dengan objektif perusahaan dan menganalisis apakah perusahaan perlu melakukan perubahan atau modifikasi pada website tersebut agar lebih tepat sasaran. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran efektifitas website.Pengukuran efektifitas website, atau disebut Internet Marketing Metrics, mengindikasikan efektifitas aktivitas internet marketing dalam pemenuhan objektif konsumen, bisnis, dan pemasaran. Hal ini dapat dilakukan secara online, dengan menggunakan software analisis tertentu, maupun dengan cara offline, yaitu dengan cara-cara konvensional, seperti melihat hubungan antara hasil penjualan dengan pengaruh website tersebut (marketing impact), dan lain-lain.
Metode pengukuran online memberikan marketer gambaran bagian website mana yang bekerja dengan baik, dan mana yang tidak. Online web metrics dikumpulkan secara otomatis oleh software yang diinstall pada web server atau menggunakan third party applications, seperti Google Analytics, Webtrends, Webmetrics, Omniture, dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi ini tidak hanya mengukur lalu lintas website, namun juga dapat digunakan sebagai alat untuk penelitian bisnis dan riset pasar, karena hasil analisis data dapat digunakan untuk menentukan penjualan, keuntungan, tingkat kerugian, dan minat pasar. Perusahaan juga dapat melakukan pengukuran terhadap elemen tertentu dalam lalu lintas website, sehingga dapat lebih memahami pengunjung situs sebagai target khalayak, dan menyesuaikan pesan komunikasi sedemikian rupa.
Webtrends
Webtrends adalah perusahaan swasta yang menyediakan jasa web analytics dan solusi software lainnya yang berhubungan dengan pemasaran internet. Berdiri sejak tahun 1993, Webtrends merupakan solusi untuk melacak informasi bisnis pelanggan selama lebih dari satu decade dan merupakan salah satu pelopor industry analisis web. Hingga saat ini Webtrends telah melayani lebih dari 10.000 perusahaan besar maupun kecil di seluruh dunia, termasuk diantaranya Ikea, US Bank, General Mills, Reuters, dan Ticketmaster. Webtrends memberikan layanan bagi website yang ingin melakukan pengukuran efektivitas situs mereka melalui analisis pengunjung website dan konsumen denga mengukur dan mengoptimalisasi aktivitas online. Webtrends menganalisis preferensi konsumen yang bersifat individual untuk meningkatkan targeting dan segmenting.
Standar Webtrends yang berdasarkan pada teknologi dan dukungan yang berdedikasi mendukung perusahaan untuk mendapatkan pengumpulan data yang berpusat pada pengunjung website mereka. Webtrends mengumpulkan data dari web server log files yang diambil dari informasi scripts klien, kemudian menampilkan hasilnya pada graphic user interface dan menghasilkan variasi yang besar dari data dan analisa dari berbagai website yang berbeda. Presentasi interface hasil bisa dikonfigurasi, sehingga administrator website dapat memilih informasi yang spesifik untuk ditampilkan.
Hasil analisis Webtrends tidak sekedar berupa data kuantitatif maupun grafik, namun dijabarkan dalam kalimat yang lebih mudah dipahami oleh penggunanya. Penjabaran dan hasil analisis website perusahaan disertai data perusahaan offline, sehingga perusahaan dapat lebih mudah menginterpretasikan hasil pengukuran untuk kemudian mengaplikasikannya pada strategi pengembangan performa website.
Software yang ditawarkan webtrends beragam, seperti webtrends analytic 9 untuk memonitor website, aplikasi dan media sosial, webtrends optimize untuk tes segmen dan target, webtrends social measurement untuk mendengarkan dan berpartisipasi, webtrends visitor datamart untuk membuat profile pengguna, webtrends ad director untuk meningkatkan performa periklanan, dan webtrends professional services untuk bekerja dengan layanan yang terbaik.
Webmetrics
Dibangun pada tahun 1999, Webmetrics sebelumnya dikenal sebagai traffic log atau site statistic, karena mengukur dan mengawasi lalu lintas website seperti server hits, pengunjung yang datang, pengunjung yang beberapa kali datang, halaman yang dimasuki, exit page, halaman pertama yang dikunjungi, halaman berikutnya yang dikunjungi, dan lama rata-rata pengunjung mengunjungi suatu website. Seiring dengan perkembangan jaman, Webmetrics sekarang tidak hanya dapat menganalisis lalu lintas sebuah website, namun juga hal-hal lain yang lebih spesifik seperti perilaku pengunjung atau pengguna website tersebut, termasuk di antaranya analisis mengenai profil pengguna, intensitas mereka membuka website tersebut, jumlah pengunjung dan pengguna website tersebut, fasilitas atau konten website yang paling sering dikunjungi oleh pengguna, bagaimana dan di mana pengunjung atau pengguna menemukan website tersebut, dan lain sebagainya. Analisis ini dilakukan dengan memperhatikan asal pengunjung website yang datang, mempelajari kata kunci yang digunakan oleh pengguna untuk menemukan site kita, bagaimana proses mereka dinavigasi, pada page mana saja mereka berhenti, serta apa saja yang mereka lakukan sepanjang mengunjungi website tersebut. Dengan adanya analisis ini, perusahaan dapat mengevaluasi situasi yang ada, kemudian melakukan penambahan yang diperlukan serta mengurangi yang tidak dibutuhkan pada website. Data-data yang dihasilkan oleh Webmetrics bersifat kualitatif dan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai sumber strategi pengelolaaan website yang lebih baik.
Sebagai layanan web analytics, Webtrends dan Webmetrics hanyalah contoh layanan yang dapat meningkatkan optimalisasi kinerja dan performa website. Masih banyak layanan lainnya yang menawarkan fitur dan layanan yang berbeda-beda, semua tergantung spesifikasi pengukuran yang dibutuhkan perusahaan. Oleh karena itu, pengelola website harus mengetahui dengan jelas kebutuhan dan tujuan dalam mendapatkan analisa dan data website, sehingga dapat memilih layanan yang terbaik yang memberikan analisis yang paling diperlukan dalam pengembangan website.
Referensi:
http://www.webtrends.com/AboutWebtrends/CompanyBackground.aspx
http://www.webtrends.com/Products/Services.aspx
http://www.webmetrics.com/products/index.html
http://www.webmetrics.com/resources/brochures/Services_Overview_Brochure.pdf
Pemanfaatan Facebook dalam Pemasaran Internet
Jejaring sosial saat ini semakin berkembang di kalangan masyarakat. Situs-situs jejaring sosial seperti Friendster, Twitter, Facebook, atau MySpace bukan lagi hal asing dan menjadi situs wajib untuk dikunjungi oleh pengguna internet di seluruh dunia. Google, Facebook, Yahoo, YouTube, Windows Live, Wikipedia, dan Blogger.com menjadi tujuh situs yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia, dengan Twitter dan MySpace juga tercatat dalam 20 besar.
Jika Facebook, sebagai salah satu situs jejaring sosial paling populer di dunia, diibaratkan sebagai sebuah negara, maka “Negara Facebook” akan menjadi negara berpopulasi terbanyak ketiga, setelah India dan Cina dengan total “penduduk” lebih dari 200 juta orang. Di Indonesia kepopuleran Facebook dapat dilihat dari jumlah pengguna Indonesia yang berada di urutan ke-6 sebagai negara dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak di dunia, dengan presentasi 37 % setelah Amerika (29,6 %), Inggris (5,5 %), Prancis (5,3 %), Itali (5,1 %) dan India (3,8 %). Pada bulan April 2009, pertumbuhan pengguna baru Facebook di Indonesia, mencapai rekor tertinggi di dunia, yaitu 159.000 anggota baru dalam satu minggu. Pengguna Facebook mencakup orang dewasa, remaja, hingga anak-anak, tanpa batasan latar belakang sosial dan ekonomi.
Dari data-data tersebut dapat disimpulkan betapa besarnya pertumbuhan jejaring sosial dalam masyarakat, yang secara otomatis mengubah perilaku masyarakat. Hal ini membuka peluang baru dalam dunia pemasaran, terutama pemasaran internet, untuk menggunakan situs-situs jejaring sosial untuk menggapai konsumen potensial yang lebih luas, contohnya Facebook. Selain dikarenakan banyaknya pengguna Facebook, situs ini juga menyediakan fasilitas berupa fitur-fitur yang mendukung pemasaran, seperti fan page¸ dan memungkinkan pemasar melakukan kustomisasi atau penyesuaian yang dikehendaki dengan fitur-fitur yang dapat memfasilitasi pembuatan iklan berbasis gambar atau teks dengan cepat, serta mempermudah penargetan konsumen yang tepat berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, dan faktor-faktor lainnya. Penggunaan Facebook sebagai salah satu teknik pemasaran bukan hanya sebagai usaha penggapaian calon konsumen yang luas secara efektif dan efisien (jangkauan seluruh dunia dan biaya rendah) bagi perusahaan, namun juga sebagai upaya untuk memoles ‘brand image’ maupun ‘corporate image’ di mata masyarakat.
Ratusan juta pengguna Facebook di sleuruh dunia secara sukarela memasukkan informasi mengenai diri mereka di situs ini. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang dapat dimanfaatkan dalam pemasaran, karena perusahaan dapat mengidentifikasi konsumen-konsumen potensial mereka dengan melihat umur, lokasi, bahkan interest atau minat mereka, apakah sesuai dengan target pasar mereka. Pakar pemasaran mengatakan, jumlah informasi pribadi yang dimiliki Facebook dan loyalitas penggunanya merupakan aset penting bernilai “jutaan yang tidak terbilang” bagi perusahaan yang bergerak di bidang riset pasar. Coca–cola, Blockbuster, Verizon, Sony Pictures, dan Conde Nast hanyalah beberapa contoh perusahaan besar yang telah memutuskan untuk bergabung dan bekerjasama dengan Facebook untuk memasarkan produk mereka.
Ada empat cara utama yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk menggunakan Facebook sebagai salah satu bagian dari strategi marketing mereka, yaitu:
1. Membuat Fan Page.
Fan Page merupakan salah satu jenis akun dalam Facebook di mana, pemilik akun tersebut menyediakan informasi mengenai suatu organisasi, produk, komunitas atau kelompok tertentu. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh pemasar untuk berinteraksi dengan konsumen potensial dengan memberikan info-info terkini mengenai produk atau perusahaan secara reguler, menampilkan foto-foto, membuka forum untuk berdiskusi, atau membuat aplikasi-aplikasi menarik yang berhubungan dengan produknya. Pengunjung dapat menjadi fans akun tersebut (yang akan terlihat pada halaman profil mereka) dan mendapatkan info secara reguler mengenai perkembangan dari akun tersebut. Penting sekali bagi pemasar untuk mengupdate dan menangani fanpage secara rutin untuk menyediakan informasi yang berguna bagi fans. Selain itu, untuk meningkatkan jumlah penggemar, penting bagi perusahaan untuk membuat page yang menarik, misalnya dengan mengadakan kontes, seperti yang dilakukan oleh Burger King (Whopper Sacrifice Campaign) yang mengajak anggota untuk mendelete 10 teman facebook mereka untuk mendapatkan Whopper (burger andalan Burger King). Kampanye ini terbilang sukses terbukti dengan banyaknya orang yang rela menghapus teman mereka untuk mendapatkan burger gratis.
2. Membuat Group
Membuat grup mengenai hal-hal yang berkaitan dengan produk, yang kira-kira sedang diminati atau menjadi perhatian banyak orang. Selain itu, dapat pula dengan berpartisipai ke grup-grup lain yang relevan untuk menyebarluaskan produk atau perusahaan.
3. Invite to Event
Dengan fitur ini, perusahaan dapat memberitahukan jadwal sebuah event tertentu yang akan dilaksanakan dengan mengundang orang-orang yang sesuai dengan target pasarnya. Orang-orang tersebut kemudian dapat memberikan konfirmasinya apakah akan datang ke acara tersebut atau tidak. Mereka juga dapat melihat siapa saja yang akan datang dan tidak. Fitur ini sangat berguna untuk menyebarluaskan suatu event yang akan membantu promosi produk atau perusahaan.
4. Facebook Ads
Facebook ads adalah pemasangan iklan di Facebook. Untuk memasang iklan di Facebook dapat dinilai cukup efisien dalam hal biaya, karena pemasangan iklan dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya, atau gratis. Cara paling sederhana adalah dengan membuat akun perusahaan atau produk di situs Facebook, kemudian memasukkan foto-foto, deskripsi, juga link alamat website atau blog perusahaan atau produk tersebut. Di profile bisa dimasukkan data-data penting lain yang dapat mendukung pemasaran produk atau perusahaan tersebut. Cara yang paling sering dipakai antara lain dengan memanfaatkan photo tagging, dengan men-tag konsumen-konsumen potensial dalam suatu foto tertentu. Otomatis orang tersebut akan melihat foto yang dimaksud dan membuka halaman profil perusahaan. Tag photo juga efektif dilihat oleh pengunjung atau teman-teman orang yang di-tag, karena muncul di news feed dan dapat dilihat di profil. Cara ini sering digunakan oleh Online Shop, yang menjual pakaian, sepatu, dan lain-lain.
Cara lain yaitu dengan memanfaatkan Facebook Advertising Credits, yang bisa didapatkan dengan memasukkan Facebook Coupon Code. Facebook Coupon Code adalah kode berisi serangkaian karakter yang dapat digunakan oleh pengiklan untuk mengklaim sejumlah Advertising Credit yang nantinya dapat digunakan untuk membayar biaya pemasangan iklan di Facebook. Nilai coupon code ini beragam, dari US$25 hingga US$100, dan lainnya. Coupon code untuk Facebook ini dapat diperoleh dari pihak lain yang bekerjasama dengan Facebook atau dikeluarkan sendiri oleh Facebook.
Judul iklan dibatasi sebanyak 25 karakter, dan isi iklan dapat memuat hingga 135 karakter. Juga tersedia fasilitas pemasangan gambar bagi iklan sebagai pendukung visualisasi produk ke
target pasar yang ukurannya akan disesuaikan menjadi 110 X 80 pixel.
Facebook juga merupakan contoh yang baik bagi komitmen dalam pelayanan karena pihak ketiga dapat membangun aplikasi diatas platform Facebook dengan fasilitas yang sama dengan developer internalnya. Facebook hanyalah salah satu dari jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan dalam internet marketing. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, akan tetapi dengan pemanfaatan yang tepat dan efektif, diharapkan perusahaan dapat memaksimalkan pemasaran agar mencapai hasil sesuai tujuan dan objektifnya.
Referensi:
Fajrin, Javan Herdamang. Trend periklanan menggunakan situs jejaring sosial [social network sites], situs Facebook. http://blog.unila.ac.id/vantheman/files/2009/06/trend-periklanan-menggunakan.pdf
Sidabalok, Saiful Bahri. Mengenal Internet Marketing. http://www.business-laptop-computers.co.tv/Kaya%20Dengan%20Internet%20Marketing.pdf
http://www.alexa.com/topsites
http://www.antara.co.id/berita/1263389105/pemasaran-di-jejaring-sosial-terus-tumbuh
http://bootcampdigital.com/tag/building-business-on-facebook/
http://www.facebook.com/adv
http://www.lasembiz.com/2010/02/bangun-usaha-anda-dengan-situs-jejaring-sosial/
Sistem Pembayaran Online dengan E-Banking dan PayPal
Internet memungkinkan semuanya dilakukan secara elektronik, termasuk transaksi jual beli dan sistem pembayaran. Saat ini kita dapat menemukan dan membeli barang dari belahan dunia lain dengan mudah. Cukup dengan mengklik dan mengetik melalui komputer dan dalam beberapa hari barang yang diinginkan akan diantar langsung ke rumah. Transaksi online ini dikenal juga dengan istilah e-commerce. E-commerce secara umum dapat diartikan sebagai proses transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Proses transaksi ini dapat terjadi didukung dengan adanya sistem pembayaran yang juga dilakukan secara online, sehingga penjual dan pembeli tidak perlu lagi bertemu untuk melakukan pertukaran. Sistem pembayaran secara online ini dapat memanfaatkan teknologi e-banking atau menggunakan jasa PayPal.
E-banking
E-banking atau electronic banking merupakan salah satu fasilitas transaksi perbankan berbasis teknologi yang disediakan oleh bank untuk memberikan kemudahan bagi nasabahnya dalam bertransaksi. Dengan fasilitas e-banking ini, nasabah dapat melakukan berbagai kegiatan seperti mentransfer uang, membayar tagihan, membeli saham, atau bertransaksi lintas negara.
Bank yang pertama kali menerapkan sistem ini di Indonesia adalah BCA (Klik BCA) yang terbukti sukses meningkatkan loyalitas konsumen. Setelah fenomena Klik BCA, bank-bank lain tidak mau kalah menerapkan fasilitas e-banking, hingga saat ini hampir semua bank di Indonesia memiliki fasilitas ini.
Sala satu jenis teknologi e-banking misalnya Automated teller machine (ATM) yang sudah dikenal dan digunakan secara luas di seluruh dunia. ATM membuat transaksi penarikan tunai, transfer, atau bahkan menabung memakan waktu yang lebih singkat dan praktis. Tidak perlu lagi mengantri dan mengisi sejumlah form yang merepotkan untuk melakukan penarikan kecil. Ada pula computer banking, yaitu layanan bank di mana nasabah dapat mengakses akun tabungan mereka melalui koneksi internet, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, seperti membayar tagihan, dan lain-lain. Debit card juga termasuk salah satu layanan e-banking, yaitu kartu yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan cara memotong saldo nasabah (didebit langsung dari rekening Bank). Salah satu jenis layanan lain dari e-banking adalah smart card. Kartu ini berbeda dengan kartu debit karena di dalamnya tertanam satu atau lebih microprocessors untuk menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses dengan tujuan tertentu, seperti validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi. Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka (contohnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (contohnya jaringan MasterCard atau Visa).
Masih banyak lagi fasilitas e-banking yang menawarkan berbagai kemudahan kepada nasabah seperti direct payment atau electronic bill payment untuk melakukan pembayaran-pembayaran tagihan, direct deposit yang berguna dalam pemberian pensiun atau gaji setiap bulannya, electronic check conversion untuk proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik, electronic fund transfer untuk mentransfer sejumlah uang dari satu rekening ke rekening lain, payroll card sebagai pengganti cek bagi pegawai untuk mengakses pembayarannya pada terminal ATM, prepaid card, dan stored-value card.
PayPal
PayPal Inc. adalah perusahaan dalam jaringan yang menyediakan jasa transfer uang melalui e-mail. Didirikan pada bulan Desember 1998, PayPal telah menjadi pemain terbesar di dunia dalam jasa pembayaran online. PayPal tersedia di 190 negara di dunia dengan 19 mata uang yang berbeda, sehingga memudahkan transaksi internasional. PayPal terbukti aman dan terpercaya dengan tingkat kerugian akibat penipuan hanya sebesar 0,27% dari total transaksi. PayPal juga merupakan Preferred Payment Method untuk melakukan transaksi di situs lelang terkenal, Ebay, dan berbagai situs-situs terkenal lainnya.
Pada prinsipnya, mekanisme kerja PayPal mirip dengan rekening bank biasa. Untuk dapat menggunakan PayPal,terlebih dahulu harus memiliki akun dengan cara registrasi secara online. Setelah melalui proses registrasi, kita akan diberikan akun dengan alamat email kita sebagai nama rekening. Setelah memiliki rekening di PayPal, kita dapat mengirim dan menerima uang dari seluruh dunia.
Untuk melakukan pembayaran dan penarikan uang dari dari rekening PayPal, kita harus mentransfer dari rekening bank lokal terlebih dahulu ke akun PayPal. PayPal bekerjasama dengan Kartu kredit (Mastercard atau Visa) serta bank-bank lokal untuk mempermudah proses pembayaran. Kartu kredit yang dapat didaftarkan di PayPal yaitu Citibank Mastercard, BCA Mastercard, BRI Mastercard, Mandiri Visa, HSBC Visa, dan BNI Visa. Sementara untuk kartu debit atau ATM saat ini hanya bisa kartu yang berlogo Visa Electron, sementara kartu debit lain dengan logo selain Visa Electron yang dimiliki oleh bank-bank di indonesia lainnya tidak dapat digunakan dalam akun PayPal.
PayPal dapat digunakan untuk kebutuhan personal, seperti menerima kiriman uang, pembayaran komisi affiliasi, pembayaran proyek pribadi, dan lain-lain. Selain itu, PayPal juga dapat digunakan untuk kebutuhan pembayaran yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan tertentu, seperti pembayaran tiket, pembayaran penjualan barang di toko online, pembayaran hotel, dan lain-lain.
Dengan menggunakan PayPal kita dapat melakukan transaksi pembayaran secara online di jutaan merchant di seluruh dunia, tanpa harus memasukan nomor kartu kredit kita secara langsung, sehingga metode PayPal terhitung lebih aman dalam transaksi online.
Transaksi secara online merupakan transaksi yang rawan penipuan, terutama bagi transaksi yang berjumlah besar, karena pembeli tidak berhadapan langsung oleh penjual, dan seringkali terpisahkan oleh jarak yang bisa mencapai setengah belahan dunia. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pembayaran yang dapat dipercaya untuk melakukan proses pertukaran dengan baik. Adanya e-banking dan PayPal membuat mempermudah proses pembayaran bagi transaksi online dan menjamin keamanan bagi penggunanya, karena ditangani oleh institusi terpercaya.
Referensi
Kholil, Munawar. E-Commerce. kholil.staff.uns.ac.id/files/2009/03/e-commerce-k-05.pp
Rahardjo, Budi. Aspek Teknologi dan Kemanan dalam Internet Banking. http://www.cert.or.id/~budi/articles/internet-banking-bi-1.pdf
http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2008/09/02/jenis-jenis-teknologi-e-banking/
http://www.conectique.com/bankmandiri/mengenal_ebanking/article.php?article_id=1758,
http://www.indonesiapaypal.com/
Tips Pencarian Efektif dengan Google
Google sebagai search engine sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan dianggap sebagian besar orang sebagai dewanya internet. Kita dapat mencari dan menemukan hampir apapun, cukup dengan mengetikkan beberapa kata kunci. Google merupakan salah satu search engine paling populer, sehingga memiliki index atau database yang sangat banyak. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi pengguna karena dapat mengakses banyak informasi, namun akan menyulitkan seandainya pengguna tidak dapat menemukan keyword yang tepat, sehingga hasil pencarian justru tidak efisien., seperti terlalu luas, atau kurang tepat sasaran. Oleh karena itu, pengguna Google perlu mengetahui beberapa teknik pencarian untuk memudahkan dan meningkatkan efektifitas dalam proses pencarian dengan Google.Pertama-tama, pengguna perlu mengetahui tombol-tombol yang ada di dalam Google. Ketika masuk ke website www.google.com, maka pengguna akan melihat sebuah kolom, di mana kita mengetikkan keyword, dan dua buah tombol, yaitu ‘google search’ dan ‘i’m feeling lucky’. Di bawah kedua tombol tersebut, biasanya ada pilihan yang dapat dipilih, apakah pengguna ingin pencariannya dilakukan ke seluruh web yang terdaftar, atau hanya halaman-halaman dari negara yang bersangkutan (laman dari Indonesia), yang akan mempersempit hasil pencarian hanya kepada page-page dari Indonesia.
Karena saya membuka, www.google.co.id (redirect otomatis berdasarkan IP address Indonesia), maka tombol yang ada berbahasa Indonesia, yaitu ‘telusuri dengan google’ dan ‘saya lagi beruntung’. ‘Google search’ atau ‘telusuri’ adalah untuk mencari halaman-halaman web yang sesuai dengan keyword, sedangkan ‘i’m feeling lucky’ atau ‘saya lagi beruntung’ akan membawa pengguna langsung ke halaman, yang URL nya terletak pada peringkat pertama dalam daftar, sesuai keyword yang pengguna masukkan. Misalnya pengguna memasukkan keyword ‘Apple’ kemudian menekan tombol ‘saya lagi beruntung’, maka pengguna akan langsung masuk ke halaman website www.apple.com (peringkat pertama dalam daftar).
‘Advance search’ atau ‘penelusuran lanjutan’ dapat dilakukan ketika kita sudah mengetikkan keyword, dan Google sudah mengeluarkan hasil pencariannya. Dengan menekan tombol ini, kita dapat melakukan pencarian yang lebih spesifik, karena Google menawarkan pilihan-pilihan seperti letak kata tersebut, istilah-istilah yang terkandung dan tidak, pilihan bahasa, dan lain-lain.
Pencarian di Google tidak terbatas pada halaman-halaman web saja, namun mencakup pencarian gambar (images), berita (news), buku , blog, grup (groups), dan sebagainya. Google juga menyediakan fasilitas-fasilitas seperti GoogleMaps dan Froogle, namun belum tersedia pada Google Indonesia.
Setelah mengetahui fungsi masing-masing tombol, kemudian kita akan mulai menggunakan mesin pencari. Pengguna harus mengetahui terlebih dahulu hal apa yang ingin diketahui dan cari. Setelah memasukkan kata kunci, pengguna akan dihadapkan pada daftar link dengan sedikit penjelasan di bawahnya yang dapat pengguna putuskan apakah sesuai dengan pencarian yang diharapkan. Di hasil pencarian tersebut, akan terdapat beberapa link yang lebih masuk dibanding link yang lain, hal ini berarti link halaman tersebut berada dalam website yang sama dengan link di atasnya.
‘Chached’ berguna untuk melihat snapshot halaman yang disimpan dalam server dengan highlight pada keywords, untuk membantu pengguna dalam menentukan apakah itu adalah halaman yang tepat.
Apabila kata kunci yang pengguna gunakan sudah tepat dan daftar link yang muncul sudah sesuai, maka pengguna tidak perlu bersusah-susah lagi, namun seringkali apa yang dicari pengguna merupakan hal yang spesifik sehingga membutuhkan pencarian lebih lanjut. Terkadang, pengguna ingin mencari halaman yang mengandung semua kata yang dia cari, namun terkadang juga tidak. Istilah untuk jenis pencarian ini dikenal dengan nama “Boolean.” Istilah ini berasal dari abad ke-19, diambil dari nama seorang matematikawan, George Boole. Logika Boolean ini banyak digunakan dalam piranti software komputer, salah satunya search engine seperti Google.
Penggunaan AND dan OR
Ada dua dasar perintah pencarian dengan menggunakan teknik Boolean di dalam Google, yaitu penggunaan kata AND dan OR. AND tidak perlu dimasukkan ke dalam pencarian karena otomatis diabaikan oleh Google. Contoh kata-kata lain yang diabaikan misalnya ‘from’, ‘to’, dan lain-lain. Jika AND berguna untuk mencari semua kata yang dimasukkan, maka OR merupakan istilah yang digunakan untuk mencari salah satu kata yang dimasukkan. Perhatikan bahwa OR diketik dengan huruf besar, karena bila tidak maka Google secara otomatis akan mengabaikan kata-kata penghubung semacam itu untuk efektifitas pencarian. Misalnya, pengguna ingin mencari lapangan baseball atau bola di Jakarta, maka dia dapat mengetik ‘baseball OR soccer field Jakarta’. OR dapat digantikan oleh tanda |, sehingga menjadi ‘baseball|soccer field Jakarta.
Memasukkan dan Mengeluarkan Kata Tertentu (+ dan -)
Seperti telah disebutkan sebelumnya, Google secara otomatis mengabaikan kata-kata yang dianggap tidak penting seperti ‘the’, ‘I’, dan kata-kata penjelas lain. Jadi, bagaimana jika kata-kata tersebut justru menjadi bagian yang penting dari pencarian? Cukup tambahkan tanda
+ sebelum kata tersebut, untuk memaksa Google mencari halaman yang mengandungnya. Perhatikan untuk memberi spasi di depan tanda +, namun tanpa spasi dengan kata dibelakangnya. Misalnya, pengguna ingin mencari lagu ‘you and me’, namun jika mengetik bias, Google akan mengabaikan kata ‘and’, maka gunakan tanda + di depan kata ‘and’, sehingga pencarian menjadi:
You +and me
Kebalikan dari tanda +, tanda – digunakan untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak ingin dicari. Misalnya, pengguna ingin mengetahui tentang jelangkung, namun karena jelangkung juga merupakan judul film, pengguna dapat menggunakan tanda – untuk mencari halaman-halaman yang tidak membahas film Jelangkung, dengan mengetik:
Jelangkung –film
Dengan demikian, Google akan langsung menampilkan halaman-halaman yang tidak mengandung kata film di dalamnya. Sama seperti dengan tanda +, perhatikan bahwa tidak ada spasi di antara tanda – dengan kata yang ingin dikeluarkan.
Pencarian Frase atau Istilah (“”)
Tanda “” yang digunakan pada keywords akan mengarahkan pencarian kepada halaman-halaman yang mengandung frase atau istilah yang tepat seperti itu. Penggunaan tanda ini menguntungkan karena akan membuang pencarian-pencarian yang tidak mengandung frase itu, tapi juga merugikan bila ada halaman berguna yang terlewat karena tidak memiliki urutan kata yang sama. Misalnya, pengguna mencari info mengenai John Kennedy, mantan presiden Amerika Serikat. Jika pengguna menggunakan keyword “John Kennedy”, maka halaman-halaman yang menuliskan ‘John F. Kennedy’ tidak akan muncul.
Mencari Sinonim Kata (~)
Dengan menggunakan tanda ~, maka Google akan mencari sinonim dari keyword yang dimasukkan. Misalnya pengguna mencari hotel, maka Google juga akan mencari istilah “lodge” dan “inn”. Akan tetapi, terkadang beberapa kata yang dianggap sinonim oleh google, mungkin terasa kurang tepat dengan pencarian.
Mencari Istilah yang Tidak Diketahui (*)
Tanda * digunakan apabila pengguna tidak mengetahui kata yang tepat. pengganti untuk setiap istilah yang tidak diketahui (s) dan kemudian menemukan paling cocok. Tanda * sebagai representasi satu atau lebih kata yang tidak diketahui. Tanda ini berguna ketika pengguna hanya mengetahui sebagian kata-kata atau format. Misalnya, pengguna ingin mencari tanggal terjadinya suatu kejadian tapi hanya mengetahui tidak mengetahui formatnya, jadi pengguna dapat mengetikkan pemilu ‘* Februari 2007’. Atau misalnya pengguna mengetikkan suatu quote namun lupa keseluruhannya, seperti quote dari film Twilight, pengguna dapat mengetik ‘sick * lion * lamb’. (What a sick masochistic lion, what a stupid lamb).
Mencari Range Angka (..)
Simbol ini berguna untuk mencari jangkauan dua angka, misalnya pengguna ingin mencari tahu perang yang terjadi di antara tahun 1812 sampai dengan 1878, maka pengguna dapat mengetik:
Wars 1812..1878
Selain itu simbol ini berguna apabila pengguna ingin mencari sesuatu dengan jangkauan harga tertentu, misalnya mobil BMW dengan kisaran harga $10000..$15000, maka cukup mencari:
Bmw $10000..$15000
Syntax-Syntax Khusus
Intitle
Apabila pengguna ingin mencari judul halaman yang mengandung kata-kata yang dicari, dapat menggunakan ‘intitle:’ pada awal sebuah kata atau istilah. Hal ini untuk membatasi pencarian hanya terhadap judul. Contohnya pengguna ingin mencari info tentang makanan kucing, namun banyak juga halaman yang mengandung kata itu meskipun bukan itu intinya, maka pengguna dapat mencari hanya halaman-halaman yang mengandung kata makanan kucing, yang pasti membahas mengenai hal tersebut.
Intitle:makanan kucing
Pencarian dapat dipersempit lagi dengan menggunakan ‘intitle’ pada kedua kata secara terpisah.
intitle:makanan intitle: kucing
atau
allintitle:makanan kucing
Intext
Perhatikan untuk tidak memberikan spasi sebelum ataupun sesudah titik dua.
Berbeda dengan ‘intitle’, ‘intext’ berguna untuk mencari kata yang terkandung dalam bagiah tubuh teks, dengan mengabaikan kata-kata yang ada di judul, link, dan sebagainya. Intext sangat berguna apabila hal yang dicari merupakan hal yang sering muncul di URL sehingga mengganggu pencarian. Misalnya saja, pengguna ingin mencari “altavista.com”. Apabila pengguna hanya murni mengetikkan kata itu maka yang akan keluar adalah berbagai link altavista. Dengan menggunakan ‘intext’, Google dapat mengabaikan url, dan hanya mencari teks yang mengandung kata ‘altavista.com’ di dalamnya.
Inurl
‘Inurl’ membatasi pencarian URL-URL halaman web. ‘Inurl’ berguna untuk menemukan halaman-halaman untuk search dan help. Contohnya, pengguna ingin mencari situs-situs yang menjawab pertanyaan, pengguna bisa mengetikkan:
Inurl:answers
atau
inurl:search
Inanchor
‘Inanchor’ berguna untuk mencari teks pada teks yang mendeskripsikan link yang terdapat di halaman tersebut.
Link
Mencari halaman-halaman yang memuat link dengan website yang kita masukkan. Misalnya kita mencari halaman yang memuat link ‘www.google.com’ maka di belakang keywords, masukkan:
Link:www.google.com
Site
‘Site’ berguna untuk mempersempit pencarian di web tertentu saja. Misalnya, pengguna mencari tentang blackberry di kaskus pengguna dapat mengetikkan:
blackberry site:kaskus.us
atau misalnya pengguna mencari pada halaman yang spesifik seperti .edu, .gov, .id, dapat juga dimasukkan setelah ‘site’.
site:id
Filetype
‘Filetype’ berguna untuk menspesifikasi tipe file yang ingin kita cari, bisa berupa html, pdf, doc, dan sebagainya. Pengguna cukup menambahkan keterangan ‘filetype:jenis dokumen’ di belakang keywords. Misalnya pengguna ingin mencari dokumen berformat pdf berjudul advertising, maka ketik:
Advertising filetype:pdf
Berbagai simbol dan teknik efektifitas pencarian ini dapat dipadupadankan satu sama lain, sesuai kebutuhan dan kekreatifitasan pengguna. Dengan menguasai seluruh teknik ini, pengguna dapat memanfaatkan teknologi Google secara maksimal.
Referensi:
“20 Great Google Secrets” http://www.pcmag.com/article2/0,2817,1306759,00.asp
“Google search basics: More search help” http://www.google.com/support/websearch/bin/answer.py?hl=en&answer=136861
“Google Search Techniques” http://googlemyway.com/searchgoogle.php
“Tips for Searching Effectively with Google” By Marziah Karch. www.googleguide.com/about
Program Afiliasi sebagai Alat Pemasaran
Perusahaan seringkali mencari cara atau teknik pemasaran yang dapat menjangkau target pasar secara tepat dan cepat, namun dengan biaya yang relatif rendah, sehingga pemasar saling berlomba adu kreatif mencari marketing-marketing mix baru. Dengan perkembangan dunia internet, pemasar berusaha memaksimalkan penggunaan teknologi satu ini, selain dengan cara-cara konvensional, maupun teknik-teknik lainnya. Salah satu teknik pemasaran dengan program afiliasi.Program Afiliasi Online merupakan salah satu jenis model pemasaran suatu produk. Program afiliasi didefinisikan sebagai cara memasarkan suatu produk atau jasa suatu perusahaan ataupun milik pribadi melalui seseorang yang memiliki web atau blog pribadi. Dengan program afiliasi, pemilik web atau blog probadi dapat mendaftarkan diri untuk ikut memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan imbalan komisi tertentu yang didapatkan dengan kondisi-kondisi tertentu.
Sebelum mempelajari dan membandingkan berbagai program afiliasi, kita perlu mengetahui istilah-istilah penting yang biasa digunakan. Istilah pertama adalah Merchant. Merchant merupakan orang atau perusahaan yang menyediakan produk untuk dipasarkan oleh peserta program afiliasi. Istilah selanjutnya adalah affiliate atau peserta afiliasi, yaitu orang atau perusahaan yang terdaftar dan bekerja sama dengan merchant untuk ikut menawarkan produk milik merchant. Pihak affiliate ini biasanya memiliki website atau blog maupun email yang digunakan untuk menawarkan produk yang dijual oleh merchant. Affiliate mendapat komisi dari penjualan produk bila pemasaran yang dilakukan mendatangkan konsumen untuk membeli produk merchant. Di samping memasarkan produk, affiliate juga dapat mendaftarkan atau merekomendasikan pihak lain untuk ikut menjadi affiliate lain, dan biasanya mendapatkan bonus tertentu apabila berhasil. Affiliate cukup mencantumkan kode tertentu, yang diperoleh dari merchant saat pendaftaran, untuk dipergunakan customer, dalam website, blog, ataupun email yang dimiliki affiliate. Melalui kode ini, merchant dapat mengetahui customer mana yang mengunjungi websitenya atas rekomendasi affiliate.
Affiliate network adalah jaringan yang mengelola bisnis afiliasi online. Di dalam jaringan ini terdapat berbagai merchant yang menyediakan produk untuk diikutkan dalam program afiliasi. Network ini berfungsi mencari affiliate untuk membantu memasarkan produk milik merchant. Tidak semua program afiliasi menggunakan network affiliate, karena beberapa perusahaan mengelola program afiliasi tanpa bantuan affiliate network, sama halnya dengan affiliate yang tidak perlu mengikuti network afiliasi, kecuali menginginkan pilihan merchant yang lebih banyak.
Costumer adalah pihak yang melakukan pembelian produk merchant melalui penawaran affiliate. Melalui program afiliasi, customer mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi mengenai produk yang dibutuhkan dengan bantuan search engine.
Program afiliasi diperkirakan akan terus berkembang karena dinilai cukup efektif dan efisien dalam hal biaya dan aspek bisnis lainnya. Program ini dapat menjadi cara yang ideal untuk memasarkan produk melalui situs web, dengan keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
1. Jangkauan yang luas
Program afiliasi memiliki banyak metode pemasaran, seperti iklan banner, newsletter, link dan media, sehingga pasar yang dijangkau lebih luas.
2. Efisiensi biaya pemasaran
Dapat menjangkau pasar internasional atau pasar-pasar baru dengan biaya rendah.
3. Win-win solution
Program afiliasi menimbulkan interaksi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik merchant maupun affiliate. Merchant mendapatkan solusi pemasaran secara masif, dan affiliate mendapatkan komisi.
4. Meningkatkan nilai jual produk/brand
Akses pasar yang luas, memungkinkan peningkatan nilai jual produk atau brand.
5. Ketersediaan data pendukung analisa penjualan
Nilai penjualan yang diraih oleh affiliate dapat dihitung untuk mengetahui presentase pencapaian penjualan suatu produk tertentu dan data-data penjualan tersebut yang sekaligus dapat dijadikan acuan analisa lainnya. Data-data lain seperti data kunjungan dan data komentar pengunjung pada suatu Web affiliate dapat dijadikan masukan bagi perusahaan untuk peningkatan di banyak bidang.
6. Sebagai sarana kampanye iklan otomatis
Program afiliasi secara otomatis menjadi media promosi yang bekerja terus menerus (24 jam) sehingga dapat meminimalisir biaya promosi produk perusahaan.
Akan tetapi, dari berbagai keuntungan dan kelebihan yang dimiliki program afiliasi, ada beberapa kelemahan dari program tersebut, antara lain masalah seleksi affiliate, yang tidak serta-merta bisa menjadi affiliate begitu saja setelah mendaftar. Merchant perlu menilai dan mempertimbangkan kepopuleran website affiliate apakah cukup tinggi untuk membantu pemasaran. Selain itu relationship antara merchant sebagai pemilik produk dengan affiliate juga dapat menimbulkan masalah-masalah krusial dalam pemasaran.
Contoh program afiliasi, antara lain Google Adsense, Chitika, MoreNiche, Associate Amazon, dan masih banyak lagi.
Google Adsense
Google Adsense, merupakan contoh program afiliasi milik Google, di mana pemilik website dapat memasang iklan atau dipasangi iklan (iklan dari pengiklan di Google Adwords) oleh pihak Google dan akan diberi komisi oleh Google apabila ada yang mengklik iklan Google yang terpampang di websitenya. Bentuk iklannya bisa bermacam-macam, baik berbentuk gambar, teks ataupun video. Setiap iklan yang dipasang di website affiliate, biasanya berhubungan dengan konten dari website itu sendiri.
AdSense memungkinkan pemilik website untuk menyediakan pencarian Google ke situs mereka, sambil meraup keuntungan berupa komisi dengan menampilkan iklan Google pada halaman hasil pencarian. Google AdSense merupakan aplikasi gratis, tanpa biaya. Calon affiliate cukup melengkapi aplikasi online untuk kemudian diperiksa dan ditindaklanjuti melalui email dalam jangka waktu lebih kurang satu minggu oleh Google. Jika aplikasi diterima, maka affiliate dapat sign ini ke akun baru dan mendapatkan kode HTML untuk ditampilkan padan halaman webnya.
Ciri khas iklan AdSense adalah adanya tulisan “Ads by Google” di bagian kanan bawah. Pemilik situs memperoleh komisi sesuai dengan banyaknya pengunjung yang meng-klik iklan Adsense yang ada di websitenya. Bayarannya berbentuk pay-per-click sebesar 20% dari biaya yang diberikan oleh Pengiklan kepada Google, dan total komisi atau penghasilan akan diberikan 30 hari setelah total pendapatan dalam satu bulan mencapai minimal $100.
Referensi:
http://ads-revolution.blogspot.com
Perkembangan Disain Websites dari Web 1.0 ke Web 2.0
Sebuah website yang sukses adalah website yang berhasil menarik banyak pengunjungnya untuk kembali. Pengalaman yang baik akan membuat pengguna kembali, dan sebaliknya, pengalaman buruk dengan website akan membuat pengguna malas untuk kembali. Banyak faktor yang ikut menentukan pengalaman baik yang dirasakan pengguna ketika masuk ke dalam sebuah website, antara lain kemudahan mencari informasi (tata letak, pilihan menu, fasilitas search, dan sebagainya) dan faktor-faktor pendukung seperti disain grafik dan layout website tersebut. Konten yang jelas, informatif, akurat, up to date, dan berkualitas tinggi menjadi hal utama yang menentukan kualitas sebuah website, namun bukan hanya itu yang perlu diperhatikan. Disain yang menarik, mudah dimengerti dan dipahami pengguna juga merupakan hal penting yang patut diperhatikan.Website diperkenalkan kepada masyarakat umum pada tahun 1991, dan mengalami banyak perkembangan setelah itu. Website saat itu sering digunakan perusahaan untuk memasarkan produk/perusahaannya. Akan tetapi, sampai akhir tahun 2000, banyak investor yang merasa dirugikan karena telah mengucurkan dananya kepada perusahaan-perusahaan web kecil yang tidak terbukti mengembalikan modal, sehingga pada akhirnya gelombang investasi spekulatif mulai meledak dan kejadian dot-com bubble burst pada tahun 2001, yang kemudian dianggap sebagai titik balik dari internet dan world wide web. Menurut O'Reilly perusahaan-perusahaan web yang berhasil selamat dari ledakan tersebut memiliki pendekatan yang lebih baik. Perusahaan yang sekarang berkembang setelah dot-com crashed, mendapatkan pelajaran penting dari perusahaan-perusahaan Web 1.0 yang saat ini telah gugur.
Saat ini para desainer melakukan desain Web tidak hanya berkonsentrasi untuk merancang website untuk penjualan beberapa produk, tetapi membuat mereka lebih menarik dan interaktif serta untuk berbagi informasi melalui flogs dan masyarakat. Pengembangan web 2.0 telah melakukan keajaiban dalam membawa orang lebih dekat satu sama lain dalam hal komunikasi. Menurut Tim O’Reilly, website harusnya dapat menyediakan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung web, sehingga mereka akan tertarik untuk kembali ke halaman itu lagi. Beberapa strategi yang dinggap sebagai filosofi Web 1.0:
• Web 1.0 bersifat statis. Web site mengandung informasi yang mungkin berguna, namun tidak ada alasan bagi pengunjung web untuk kembali ke halaman tersebut nantinya. Contohnya halaman web personal yang berisikan informasi mengenai pemilik web, yang tidak pernah berubah. Jadi pengunjung cukup satu kali membuka halaman tersebut dan tidak akan kembali lagi. Versi web personal di web 2.0 berbeda, tidak statis, dan diupdate dalam frekuensi tertentu, seperti blog atau akun myspace.
• Web site 1.0 tidak interaktif. Pengunjung hanya dapat mengunjungi halaman web, tapi mereka tidak bisa memberikan dampak atau kontribusi apapun ke dalam web tersebut. Sementara pada web 2.0, contohnya Wikipedia, pengunjung dapat memberikan kontribusinya dan memberikan perubahan terhadap web site tersebut, sehingga pengguna merasakan keterlibatan yang menarik.
• Aplikasi Web 1.0 hanya dapat diakses oleh pemilik. Dalam filosofi web 1.0, perusahaan mengembangkan aplikasi software yang dapat didownload oleh pengguna, namun mereka tidak dapat melihat bagaimana aplikasi tersebut bekerja, atau merubahnya. Sementara aplikasi dalam web 2.0 merupakan program open source, sehingga kode source dari program tersebut tersedia secara Cuma-Cuma. Pengguna dapat melihat bagaimana aplikasi bekerja, dan membuat modifikasi atau bahkan membangun aplikasi baru yang didasarkan pada program sebelumnya. Contoh browser pada era web 1.0 yang bersifat proprietary (hanya dapat diakses pemilik) adalah Netscape Navigator. Sementara, pada masa web 2.0, Mozilla Firefox mengikuti filosofi web 2.0 dan menyediakan developer dengan semua peralatan yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi Firefox baru.
Sementara itu, Web 2.0 biasanya memiliki fitur-fitur dan teknik di bawah ini, yang disingkat SLATES oleh Andrew McAfee:
• Search
Menemukan informasi dengan menggunakan pencarian keyword atau kata kunci tertentu.
• Links
Menghubungkan halaman-halaman yang memiliki informasi terkait.
• Authoring
Kemampuan menciptakan dan mengupdate konten yang memicu kerja kolaboratif antara banyak penulis web sekaligus.
• Tags
Mengkategorikan konten dalam website dengan label tertentu.
• Extensions
Software yang dapat membuat web sebagai platform aplikasi sekaligus server dokumen.
• Signals
Penggunaan sindikasi teknologi, seperti RSS untuk memberitahu pengguna akan pergantian konten yang terjadi.
Pergantian dari web 1.0 ke web 2.0 dapat disebabkan oleh faktor demografis dan perkembangan teknologi, seperti penyebaran internet yang begitu luas di seluruh penjuru dunia (sekitar satu milyar orang memiliki akses internet), jumlah mobile devices mengalahkan desktop computer, dan berkembangnya akses internet melalui koneksi broadband yang selalu menyala.
Selain penyesuaian kepada perkembangan internet dan teknologi, pergeseran dari Web 1.0 ke Web 2.0 merupakan akibat langsung dari perubahan perilaku orang-orang yang menggunakan World Wide Web. Tren web 1.0 termasuk kekhawatiran akan privasi yang menyebabkan arus informasi satu arah, melalui website yang berisi materi yang hanya bisa dibaca. Keluasan buta-komputer dan koneksi internet yang lambat menjadi salah satu keterbatasan internet, yang dicirikan oleh Web 1.0. Sekarang, selama penggunaan Web 2.0, Web digunakan dapat dikarakterisasikan sebagai desentralisasi konten Website, yang sekarang dihasilkan dari "bottom-up", dengan banyaknya pengguna yang menjadi kontributor dan produsen informasi, serta konsumen tradisional.
REFERENSI
Chaffey, D., Mayer, R., Johnston, K., dan Ellis-Chadwick, F. 2000. Internet Marketing: Strategy, Implementation and Practice, First Published, London: Prentice-Hall, Inc.
Musser, John., Tim O’Reilly. 2006. Web 2.0 Principles and Best Practices. O Reilly Radar.
Websites:
Choo, John. What is the Different between Web 1.0 Vs Web 2.0 Design - A Detailed Comparison http://ezinearticles.com/?What-is-the-Different-Between-Web-1.0-Vs-Web-2.0-Design---A-Detailed-Comparison&id=2573948
O'Reilly, Tim. (2005). What is Web 2.0: Design Patterns and Business Models for the Next Generation of Software. Retrieved 3 September, 2008 from http://www.oreillynet.com/pub/a/oreilly/tim/news/2005/09/30/what-is-web-20.html
Strickland, Jonathan. Is there a Web 1.0? http://computer.howstuffworks.com/web-101.htm
http://www.uic.edu/htbin/cgiwrap/bin/ojs/index.php/fm/article/view/2125/1972
Web Statis dan Web Dinamis
Website merupakan salah satu fasilitas yang dapat diakses oleh jaringan internet dengan menggunakan web browser, seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Safari, dan lain sebagainya. Website berdasarkan perubahan isi atau jenis kontennya, dapat dibagi dua, yaitu web statis dan web dinamis.Web statis (static website), merupakan jenis web yang kontennya berisikan informasi yang bersifat statis atau tetap. Web statis umumnya ‘hanya’ bertujuan untuk menampilkan informasi di internet, sehingga kontennya jarang sekali berubah. Biasanya web jenis ini dibuat menggunakan teknologi HTML yang isinya tidak dapat dirubah kecuali bila file web page aslinya diubah.
Halaman web statis biasanya berisikan teks, hyperlink, yang menghubungkan halaman-halamannya, foto, dan grafik. Contoh web statis yang sering kita temukan di internet antara lain, website-website profil perusahaan, profil orang, atau website-website lain yang memiliki komunikasi yang bersifat satu arah antara pemilik dengan pengunjung website. Akibat sifatnya yang memberi informasi satu arah, tanpa adanya interaksi dengan pengunjung website tersebut, web statis biasanya menonjolkan tampilan yang mengandung banyak grafik. Oleh karena itu, untuk merancang sebuah web statis, tidak terlalu membutuhkan pemrograman yang handal, cukup dengan kemampuan desain grafik untuk membuat web terlihat menarik.
Sementara itu, web dinamis (dynamic site) merupakan jenis web dengan konten berisikan informasi yang dapat berubah-ubah (dinamis). Konten dalam web dinamis bisa berasal dari pengunjung dan lebih sering di update, dibandingkan web statis yang kontennya hanya berasal dari pemilik web dan jarang diupdate. Contoh web dinamis yang biasa kita temui seperti, blog, portal berita, web e-commerce, situs jejaring social, dan lain sebagainya. Web dinamis juga memungkinkan adanya interaksi antara pemilik dengan pengunjung web, seperti berkomentar, bertransaksi, aktif di forum, dan lain-lain.
Untuk merancang sebuah web dinamis, dibutuhkan kemampuan di bidang pemrograman web, karena dalam web dinamis banyak data yang harus diolah dan konten website yang berubah dalam jangka waktu tertentu, sehingga diperlukan adanya program yang berjalan dari server untuk mengatur perubahan data yang ditampilkan. Tidak seperti web statis yang hanya menggunakan HTML sebagai script languagenya, web statis menggunakan bahasa pemrograman web seperti PHP atau ASP. Selain itu, web dinamis juga menggunakan database seperti oracle, mysql, dan lain-lain untuk memproses dan menyimpan data, sedangkan web statis tidak membutuhkan data base karena tidak ada data yang perlu diproses atau disimpan, sehingga dibutuhkan perancang yang benar-benar mengerti bahasa pemrograman untuk dapat membuat sebuah web dinamis yang menarik, terutama bagi web yang ditujukan untuk pemasaran, agar pengunjung tertarik mengunjungi web tersebut dan melakukan transaksi.
Dalam pemrograman web, diperlukan beberapa komponen penting yang harus ada dalam komputer, yaitu web browser, web server, database server, web editor, dan image editor. Web browser merupakan perangkat lunak yang harus dimiliki untuk menjalankan aplikasi web, sedangkan web server merupakan perangkat yang harus dimiliki untuk membuat web dinamis, seperti IIS (Internet Information Services) untuk Windows NT/XP/2000, PWS (Personal Web Server) untuk Windows 98, dan Apache web server yang dapat diinstall di semua operation system. Database server merupakan tempat penyimpanan data dalam web. Web editor merupakan software yang digunakan untuk mengetikkan perintah-perintah script yang digunakan, seperti Notepad, Macromedia Dreamweaver, Adobe Go Live, dan NetBean. Sedangkan image editor merupakan software yang digunakan untuk mengatur gambar dan animasi yang akan digunakan dalam halaman web, seperti Adobe Photoshop, Macromedia Flash, dan Correl Draw. Image editor sangat penting untuk membuat grafik yang menarik dalam web statis, yang mengandalkan keindahan grafik.
Web sendiri secara umum dibagi menjadi dua, berdasarkan bagaimana script diproses dan program sintaks yang digunakan, yaitu Client Side Scripting (CSS) dan Server Side Scripting (SSS).
Untuk membuat halaman web statis, script yang digunakan merupakan Client Side Scripting atau CSS. Client Side Scripting merupakan jenis script di mana semua sintaks dan perintah pemrograman diproses atau diterjemahkan di sisi client dengan menggunakan web browser. Di dalam web browser terdapar sebuah komponen yang memiliki daftar untuk dapat mengenali semua perintah-perintah yang terdapat pada kategori Client Side Scripting tersebut, sehingga script dapat diterjemahkan. Contoh CSS misalnya HTML (Hypertext Markup Language), Java Script, XML (eXtensible Markup Language), dan CSS (Cascading Style Sheet).
Di sisi lain, Server Side Scripting merupakan jenis script di mana semua sintaks dan perintah pemorgraman yang diberikan diproses di server (web server). Web server ini terintegrasikan dengan sebuah komponen atau engine yang memiliki daftar pustaka untuk menerjemahkan script tersebut. Engine yang digunakan oleh web server tadi harus diinstall terlebih dahulu karena setiap script yang digunakan memiliki karakteristik atau bahasa pemrograman yang berbeda-beda. Setelah diterjemahkan di server, kemudian script ini dikirim ke client, yaitu web browser dalam format HTML, sehingga pengguna tidak dapat melihat kode asli yang ditulis di server. Contoh Server Side Scripting adalah PHP, ASP (Active Server Pages), JSP (Java Server Pages), ColdFussion, dan lain-lain. Server Side Scripting digunakan untuk membuat web dinamis, karena beberapa kelebihan yang dimilikinya, antara lain dapat berinteraksi dengan banyak software database, dapat mengelola sumber daya yang ada dalam operation system dan software komputer, dan mampu dijalankan di semua operation system (multi-platform). SSS juga aman karena scriptnya diolah oleh server, sehingga tidak dapat dilihat dari sisi client.
Referensi:
Websites
Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis. http://away.web.id/perbedaan-web-statis-dan-web-dinamis/
Web Statis dan Dinamis. http://www.info-baru.com/2007/12/web-statis-dan-dinamis.html
PDF Files
Cohan, Shawn. Static and Dynamic Website Design. http://www.allsquared.com/PDF/All-Squared-LVAC-Web-Design.pdf
Hadi, Ido Priyana, dkk. Tutorial Pembuatan Website; Untuk Pengajar Tetap UK.Petra. http://www.kristenonline.com/website/dreamweaver4.pdf
Membuat dan Mengelola Website Dinamis. http://hosting.airputih.or.id/wp-content/plugins/downloads-manager/upload/Materi%20Website.pdf
Akamai, Teknologi Penolong Pencarian Informasi
Seringkali, orang yang masih awam dengan teknologi internet merasa kebingungan ketika harus mencari informasi melalui internet. Padahal teknologi ini seharusnya mempermudah orang mencari data dan menyimpan banyak sekali sumber informasi karena diakses oleh komputer di seluruh dunia. Kesulitan ini disebabkan terlalu banyaknya sumber data dan informasi di internet, yang tersebar di jutaan halaman web yang ada, sehingga orang bingung harus mencari dari mana. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencari informasi di internet, yaitu dengan mengetik alamat web yang diketahui (URL), dengan bantuan search engines, directories (semacam catalog web), atau dengan surfing .
Dengan menggunakan search engine, pengguna dapat mencari informasi dengan mengetik keyword atau kata kuncinya. Keyword yang dimasukkan tersebut kemudian diproses dan akan keluar halaman-halaman yang sesuai dengan keyword tersebut. Meskipun search engine biasanya mengeluarkan urutan dan detail yang berbeda-beda satu sama lain, tapi biasanya setiap search engine memakai teknik yang serupa agar dokumen yang paling relevan muncul di paling atas. Biasanya urutan didasarkan pada :
• Adanya keyword dalam judul
• Banyak keyword yang ada dalam dokumen tersebut
• Apakah keyword termasuk ‘meta-tags’ atau termasuk keyword tersembunyi di web page
• Seberapa populernya halaman tersebut
Search engine yang populer digunakan misalnya, Google (www.google.com) dan Alta Vista (www.altavista.co.uk). Search engine tidak secara otomatis mengupdate semua halaman baru yang ada di internet, maka situs baru tersebut perlu didaftarkan agar terlacak oleh search engine dan masuk ke dalam database. Bagi pemasar yang mau mempromosikan websitenya, perlu mendaftarkan situsnya ke dalam sebanyak mungkin search engine agar apabila pengguna internet memasukkan keyword yang sesuai di search engine manapun, websitenya akan ditemukan.
Directory atau web catalogues berbeda dengan search engine, karena directories memiliki tingkatan informasi (hierarchy of information) yang disimpan di bawah kategori yang berbeda-beda. Contoh web catalogue adalah Yahoo!. Banyak yang mengira Yahoo! adalah search engine, pada kenyataannya Yahoo! memiliki cara kerja yang berbeda. Yahoo! jauh lebih selektif dibanding search engine karena hanya menampilkan home pages dari web sites (bukan semua page dalam sebuah web site). Pencarian dilakukan dengan mencocokkan keyword yang dimasukkan dengan sebuah kategori di mana web site tersebut berada, nama situsnya, dan deskripsi singkat mengenai situs tersebut. Web catalogue bersifat lebih spesifik dan eksklusif dibanding search engine. Situs yang masuk ke dalam daftar biasanya merupakan situs perusahaan yang sudah populer. Pemilihan kategori dan daftar index dilakukan secara manual oleh staf directories.
Marketer membutuhkan informasi untuk marketing research yang dapat diperoleh melalui akses internet. Banyak sumber informasi tradisional yang dibutuhkan marketer, seperti laporan perusahaan, laporan pemerintah, data ekonomi, dan survey-survey yang dilakukan organisasi peneliti pasar, seperti AC Nielsen, MRB, dan NOP sekarang dapat diakses secara online. Beberapa data ada yang bersifat gratis dan bisa diunduh siapapun, namun ada juga yang dikenakan biaya dan hanya bisa diakses melalui ekstranet .
Pengaksesan informasi bisa sangat menyulitkan apabila website yang diakses juga diakses banyak orang di saat yang bersamaan sehingga proses membuka informasi, seperti dokumen, atau gambar maupun video berlangsung lama. Perusahaan Akamai Technologies, menyediakan sebuah teknologi yang dapat membantu website, terutama website-website dengan tingkat akses tinggi, untuk mengurangi risiko terlalu lama dalam pengaksesan. Sistem Akamai diluncurkan pada awal 1999, dengan pendekatan awal didasarkan bahwa berdasarkan hasil observasi, menyajikan isi web dari satu lokasi saja dapat mengakibatkan banyak masalah, seperti kestabilan dan performansi web . Secara sederhana, Akamai bekerja dengan cara membuat mirror (cermin) data web di server Akamai, yang tersebar banyak sekali di dunia, sehingga ketika seseorang mengakses web tersebut, file-file yang ‘berat’ seperti file video, image, atau audio, akan diteruskan ke server Akamai terdekat, sehingga infrastruktur web yang bersangkutan tidak terlalu berat dan tidak memperlambat loading web page. Website-website kenamaan yang menggunakan jasa Akamai seperti Yahoo!, Facebook, dan Apple.
Kenyataannya tentu saja tidak sesederhana itu, Akamai mempunyai ribuan server yang tersebar di seluruh dunia (data terakhir Akamai memiliki lebih dari 12.000 servers di lebih dari 1.000 networks ) dan aplikasi-aplikasi dengan algoritma tertentu untuk mempercepat pengaksesan sebuah halaman web perusahaan yang menjadi client-nya. Operating servers di banyak lokasi dihadapkan dengan banyak tantangan teknis, seperti bagaimana mengarahkan request pengguna ke server yang sesuai, bagaimana cara mengatasi kegagalan, bagaimana untuk memonitor dan mengontrol server, dan bagaimana untuk mengupdate software di semua sistem . Akamai mengalokasikan lebih banyak server di situs-situs yang sedang mengalami akses tinggi, sambil tetap melayani semua klien dari server-server terdekat. Sistem ini mengarahkan request dari user ke server yang paling dekat dan tersedia yang kira-kira memiliki konten yang diminta user .
Pencarian informasi sangat penting bagi marketer, untuk mengetahui kondisi pasar, menganalisis keadaan dan kompetitor, baru kemudian mengatur strategi pemasaran yang tepat. Adanya teknologi semacam Akamai membantu pencari informasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan lebih mudah. Akamai membantu dari belakang layar, tanpa diketahui bahkan oleh pengguna, namun sebenarnya merupakan salah satu sumber kesuksesan website-website nomor satu di dunia internet.
Referensi
ACCA. Finding Information on the Internet. 2005. England: Director’s Briefing.
Chaffey, D., R. Mayer, K. Johnson, dan F. Ellis-Chadwick. 2000, Internet Marketing: Strategy, Implementation, and Practice., First Published. London: Prentice-Hall, Inc.
Dilley, John, Bruce Maggs, Jay Parikh, Harald Prokop, Ramesh Sitaraman, Bill Weihl. 2002. Globally Distributed Content Delivery, Akamai Technologies: Global Development of Data Centers.
Akamai History. http://www.akamai.com/en/html/about/history.html
