Sebuah website yang sukses adalah website yang berhasil menarik banyak pengunjungnya untuk kembali. Pengalaman yang baik akan membuat pengguna kembali, dan sebaliknya, pengalaman buruk dengan website akan membuat pengguna malas untuk kembali. Banyak faktor yang ikut menentukan pengalaman baik yang dirasakan pengguna ketika masuk ke dalam sebuah website, antara lain kemudahan mencari informasi (tata letak, pilihan menu, fasilitas search, dan sebagainya) dan faktor-faktor pendukung seperti disain grafik dan layout website tersebut. Konten yang jelas, informatif, akurat, up to date, dan berkualitas tinggi menjadi hal utama yang menentukan kualitas sebuah website, namun bukan hanya itu yang perlu diperhatikan. Disain yang menarik, mudah dimengerti dan dipahami pengguna juga merupakan hal penting yang patut diperhatikan.Website diperkenalkan kepada masyarakat umum pada tahun 1991, dan mengalami banyak perkembangan setelah itu. Website saat itu sering digunakan perusahaan untuk memasarkan produk/perusahaannya. Akan tetapi, sampai akhir tahun 2000, banyak investor yang merasa dirugikan karena telah mengucurkan dananya kepada perusahaan-perusahaan web kecil yang tidak terbukti mengembalikan modal, sehingga pada akhirnya gelombang investasi spekulatif mulai meledak dan kejadian dot-com bubble burst pada tahun 2001, yang kemudian dianggap sebagai titik balik dari internet dan world wide web. Menurut O'Reilly perusahaan-perusahaan web yang berhasil selamat dari ledakan tersebut memiliki pendekatan yang lebih baik. Perusahaan yang sekarang berkembang setelah dot-com crashed, mendapatkan pelajaran penting dari perusahaan-perusahaan Web 1.0 yang saat ini telah gugur.
Saat ini para desainer melakukan desain Web tidak hanya berkonsentrasi untuk merancang website untuk penjualan beberapa produk, tetapi membuat mereka lebih menarik dan interaktif serta untuk berbagi informasi melalui flogs dan masyarakat. Pengembangan web 2.0 telah melakukan keajaiban dalam membawa orang lebih dekat satu sama lain dalam hal komunikasi. Menurut Tim O’Reilly, website harusnya dapat menyediakan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung web, sehingga mereka akan tertarik untuk kembali ke halaman itu lagi. Beberapa strategi yang dinggap sebagai filosofi Web 1.0:
• Web 1.0 bersifat statis. Web site mengandung informasi yang mungkin berguna, namun tidak ada alasan bagi pengunjung web untuk kembali ke halaman tersebut nantinya. Contohnya halaman web personal yang berisikan informasi mengenai pemilik web, yang tidak pernah berubah. Jadi pengunjung cukup satu kali membuka halaman tersebut dan tidak akan kembali lagi. Versi web personal di web 2.0 berbeda, tidak statis, dan diupdate dalam frekuensi tertentu, seperti blog atau akun myspace.
• Web site 1.0 tidak interaktif. Pengunjung hanya dapat mengunjungi halaman web, tapi mereka tidak bisa memberikan dampak atau kontribusi apapun ke dalam web tersebut. Sementara pada web 2.0, contohnya Wikipedia, pengunjung dapat memberikan kontribusinya dan memberikan perubahan terhadap web site tersebut, sehingga pengguna merasakan keterlibatan yang menarik.
• Aplikasi Web 1.0 hanya dapat diakses oleh pemilik. Dalam filosofi web 1.0, perusahaan mengembangkan aplikasi software yang dapat didownload oleh pengguna, namun mereka tidak dapat melihat bagaimana aplikasi tersebut bekerja, atau merubahnya. Sementara aplikasi dalam web 2.0 merupakan program open source, sehingga kode source dari program tersebut tersedia secara Cuma-Cuma. Pengguna dapat melihat bagaimana aplikasi bekerja, dan membuat modifikasi atau bahkan membangun aplikasi baru yang didasarkan pada program sebelumnya. Contoh browser pada era web 1.0 yang bersifat proprietary (hanya dapat diakses pemilik) adalah Netscape Navigator. Sementara, pada masa web 2.0, Mozilla Firefox mengikuti filosofi web 2.0 dan menyediakan developer dengan semua peralatan yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi Firefox baru.
Sementara itu, Web 2.0 biasanya memiliki fitur-fitur dan teknik di bawah ini, yang disingkat SLATES oleh Andrew McAfee:
• Search
Menemukan informasi dengan menggunakan pencarian keyword atau kata kunci tertentu.
• Links
Menghubungkan halaman-halaman yang memiliki informasi terkait.
• Authoring
Kemampuan menciptakan dan mengupdate konten yang memicu kerja kolaboratif antara banyak penulis web sekaligus.
• Tags
Mengkategorikan konten dalam website dengan label tertentu.
• Extensions
Software yang dapat membuat web sebagai platform aplikasi sekaligus server dokumen.
• Signals
Penggunaan sindikasi teknologi, seperti RSS untuk memberitahu pengguna akan pergantian konten yang terjadi.
Pergantian dari web 1.0 ke web 2.0 dapat disebabkan oleh faktor demografis dan perkembangan teknologi, seperti penyebaran internet yang begitu luas di seluruh penjuru dunia (sekitar satu milyar orang memiliki akses internet), jumlah mobile devices mengalahkan desktop computer, dan berkembangnya akses internet melalui koneksi broadband yang selalu menyala.
Selain penyesuaian kepada perkembangan internet dan teknologi, pergeseran dari Web 1.0 ke Web 2.0 merupakan akibat langsung dari perubahan perilaku orang-orang yang menggunakan World Wide Web. Tren web 1.0 termasuk kekhawatiran akan privasi yang menyebabkan arus informasi satu arah, melalui website yang berisi materi yang hanya bisa dibaca. Keluasan buta-komputer dan koneksi internet yang lambat menjadi salah satu keterbatasan internet, yang dicirikan oleh Web 1.0. Sekarang, selama penggunaan Web 2.0, Web digunakan dapat dikarakterisasikan sebagai desentralisasi konten Website, yang sekarang dihasilkan dari "bottom-up", dengan banyaknya pengguna yang menjadi kontributor dan produsen informasi, serta konsumen tradisional.
REFERENSI
Chaffey, D., Mayer, R., Johnston, K., dan Ellis-Chadwick, F. 2000. Internet Marketing: Strategy, Implementation and Practice, First Published, London: Prentice-Hall, Inc.
Musser, John., Tim O’Reilly. 2006. Web 2.0 Principles and Best Practices. O Reilly Radar.
Websites:
Choo, John. What is the Different between Web 1.0 Vs Web 2.0 Design - A Detailed Comparison http://ezinearticles.com/?What-is-the-Different-Between-Web-1.0-Vs-Web-2.0-Design---A-Detailed-Comparison&id=2573948
O'Reilly, Tim. (2005). What is Web 2.0: Design Patterns and Business Models for the Next Generation of Software. Retrieved 3 September, 2008 from http://www.oreillynet.com/pub/a/oreilly/tim/news/2005/09/30/what-is-web-20.html
Strickland, Jonathan. Is there a Web 1.0? http://computer.howstuffworks.com/web-101.htm
http://www.uic.edu/htbin/cgiwrap/bin/ojs/index.php/fm/article/view/2125/1972
Kamis, Mei 13, 2010
Perkembangan Disain Websites dari Web 1.0 ke Web 2.0
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 comments:
Poskan Komentar