Seringkali, orang yang masih awam dengan teknologi internet merasa kebingungan ketika harus mencari informasi melalui internet. Padahal teknologi ini seharusnya mempermudah orang mencari data dan menyimpan banyak sekali sumber informasi karena diakses oleh komputer di seluruh dunia. Kesulitan ini disebabkan terlalu banyaknya sumber data dan informasi di internet, yang tersebar di jutaan halaman web yang ada, sehingga orang bingung harus mencari dari mana. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencari informasi di internet, yaitu dengan mengetik alamat web yang diketahui (URL), dengan bantuan search engines, directories (semacam catalog web), atau dengan surfing .
Dengan menggunakan search engine, pengguna dapat mencari informasi dengan mengetik keyword atau kata kuncinya. Keyword yang dimasukkan tersebut kemudian diproses dan akan keluar halaman-halaman yang sesuai dengan keyword tersebut. Meskipun search engine biasanya mengeluarkan urutan dan detail yang berbeda-beda satu sama lain, tapi biasanya setiap search engine memakai teknik yang serupa agar dokumen yang paling relevan muncul di paling atas. Biasanya urutan didasarkan pada :
• Adanya keyword dalam judul
• Banyak keyword yang ada dalam dokumen tersebut
• Apakah keyword termasuk ‘meta-tags’ atau termasuk keyword tersembunyi di web page
• Seberapa populernya halaman tersebut
Search engine yang populer digunakan misalnya, Google (www.google.com) dan Alta Vista (www.altavista.co.uk). Search engine tidak secara otomatis mengupdate semua halaman baru yang ada di internet, maka situs baru tersebut perlu didaftarkan agar terlacak oleh search engine dan masuk ke dalam database. Bagi pemasar yang mau mempromosikan websitenya, perlu mendaftarkan situsnya ke dalam sebanyak mungkin search engine agar apabila pengguna internet memasukkan keyword yang sesuai di search engine manapun, websitenya akan ditemukan.
Directory atau web catalogues berbeda dengan search engine, karena directories memiliki tingkatan informasi (hierarchy of information) yang disimpan di bawah kategori yang berbeda-beda. Contoh web catalogue adalah Yahoo!. Banyak yang mengira Yahoo! adalah search engine, pada kenyataannya Yahoo! memiliki cara kerja yang berbeda. Yahoo! jauh lebih selektif dibanding search engine karena hanya menampilkan home pages dari web sites (bukan semua page dalam sebuah web site). Pencarian dilakukan dengan mencocokkan keyword yang dimasukkan dengan sebuah kategori di mana web site tersebut berada, nama situsnya, dan deskripsi singkat mengenai situs tersebut. Web catalogue bersifat lebih spesifik dan eksklusif dibanding search engine. Situs yang masuk ke dalam daftar biasanya merupakan situs perusahaan yang sudah populer. Pemilihan kategori dan daftar index dilakukan secara manual oleh staf directories.
Marketer membutuhkan informasi untuk marketing research yang dapat diperoleh melalui akses internet. Banyak sumber informasi tradisional yang dibutuhkan marketer, seperti laporan perusahaan, laporan pemerintah, data ekonomi, dan survey-survey yang dilakukan organisasi peneliti pasar, seperti AC Nielsen, MRB, dan NOP sekarang dapat diakses secara online. Beberapa data ada yang bersifat gratis dan bisa diunduh siapapun, namun ada juga yang dikenakan biaya dan hanya bisa diakses melalui ekstranet .
Pengaksesan informasi bisa sangat menyulitkan apabila website yang diakses juga diakses banyak orang di saat yang bersamaan sehingga proses membuka informasi, seperti dokumen, atau gambar maupun video berlangsung lama. Perusahaan Akamai Technologies, menyediakan sebuah teknologi yang dapat membantu website, terutama website-website dengan tingkat akses tinggi, untuk mengurangi risiko terlalu lama dalam pengaksesan. Sistem Akamai diluncurkan pada awal 1999, dengan pendekatan awal didasarkan bahwa berdasarkan hasil observasi, menyajikan isi web dari satu lokasi saja dapat mengakibatkan banyak masalah, seperti kestabilan dan performansi web . Secara sederhana, Akamai bekerja dengan cara membuat mirror (cermin) data web di server Akamai, yang tersebar banyak sekali di dunia, sehingga ketika seseorang mengakses web tersebut, file-file yang ‘berat’ seperti file video, image, atau audio, akan diteruskan ke server Akamai terdekat, sehingga infrastruktur web yang bersangkutan tidak terlalu berat dan tidak memperlambat loading web page. Website-website kenamaan yang menggunakan jasa Akamai seperti Yahoo!, Facebook, dan Apple.
Kenyataannya tentu saja tidak sesederhana itu, Akamai mempunyai ribuan server yang tersebar di seluruh dunia (data terakhir Akamai memiliki lebih dari 12.000 servers di lebih dari 1.000 networks ) dan aplikasi-aplikasi dengan algoritma tertentu untuk mempercepat pengaksesan sebuah halaman web perusahaan yang menjadi client-nya. Operating servers di banyak lokasi dihadapkan dengan banyak tantangan teknis, seperti bagaimana mengarahkan request pengguna ke server yang sesuai, bagaimana cara mengatasi kegagalan, bagaimana untuk memonitor dan mengontrol server, dan bagaimana untuk mengupdate software di semua sistem . Akamai mengalokasikan lebih banyak server di situs-situs yang sedang mengalami akses tinggi, sambil tetap melayani semua klien dari server-server terdekat. Sistem ini mengarahkan request dari user ke server yang paling dekat dan tersedia yang kira-kira memiliki konten yang diminta user .
Pencarian informasi sangat penting bagi marketer, untuk mengetahui kondisi pasar, menganalisis keadaan dan kompetitor, baru kemudian mengatur strategi pemasaran yang tepat. Adanya teknologi semacam Akamai membantu pencari informasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan lebih mudah. Akamai membantu dari belakang layar, tanpa diketahui bahkan oleh pengguna, namun sebenarnya merupakan salah satu sumber kesuksesan website-website nomor satu di dunia internet.
Referensi
ACCA. Finding Information on the Internet. 2005. England: Director’s Briefing.
Chaffey, D., R. Mayer, K. Johnson, dan F. Ellis-Chadwick. 2000, Internet Marketing: Strategy, Implementation, and Practice., First Published. London: Prentice-Hall, Inc.
Dilley, John, Bruce Maggs, Jay Parikh, Harald Prokop, Ramesh Sitaraman, Bill Weihl. 2002. Globally Distributed Content Delivery, Akamai Technologies: Global Development of Data Centers.
Akamai History. http://www.akamai.com/en/html/about/history.html
Kamis, Mei 13, 2010
Akamai, Teknologi Penolong Pencarian Informasi
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 comments:
Poskan Komentar