Pasar seringkali didefinisikan sebagai tempat di mana terjadinya transaksi antara penjual dengan pembeli. Dengan perkembangan internet yang semakin pesar, transaksi dapat terjadi di suatu Negara dengan Negara di belahan dunia lainnya hanya dalam hitungan detik, dan tempat transaksi tersebut berlangsung hanya bersifat virtual (virtual marketplace). Bisnis yang mengandalkan internet sebagai alat utamanya dikenal dengan istilah e-commerce.
Mall elektronik atau biasa disebut e-mall, memiliki fungsi yang serupa dengan mall-mall di dunia nyata. E-mall menyediakan space di mana berbagai supplier dapat menjual produk mereka di sebuah situs. E-mall juga menyediakan fasilitas agar pengunjung yang tertarik dengan suatu produk yang dijual untuk dapat melakukan transaksi saat itu juga. Biasanya pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, atau fasilitas seperti PayPal, dan produk akan dikirim melalui pos atau jasa kurir.
E-mall dapat dibedakan ke dalam beberapa kategori. Berdasarkan produk yang dijual, e-mall dibedakan sebagai e-mall general (umum) dan e-mall khusus.
• E-Mall Umum
E-mall umum merupakan e-mall yang menyediakan berbagai macam produk untuk dijual pada situsnya. Contoh e-mall umum adalah amazon.com, yang menyediakan berbagai peralatan elektronik, DVD film, CD musik, buku, perlengkapan kantor, sampai perlengakapn bayi dan anak-anak.
• E-Mall Khusus
Berbeda dengan e-mall umum yang menyediakan berbagai jenis produk, e-mall khusus hanya menjual satu jenis produk saja, misalnya khusus baju anak kecil (baju-anak.com), khusus games (gamezone.com), dan lain-lain. Contoh lain dari e-mall khusus misalnya bhinneka.com, sebuah webstore yang cukup terkenal di Indonesia. Situs ini menyediakan berbagai produk elektronik, dari computer, software, handphone, dan berbagai produk IT lainnya. Situs yang memiliki misi untuk menjadi webstore nomor 1 dalam hal penyediaan produk IT di Indonesia ini menjual produk dalam standar dollar, sehingga harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kedudukan dollar saat itu.
E-mall juga dapat dibedakan berdasarkan daerah yang dijangkaunya, yaitu e-mall e-mall regional dan e-mall global. E-mall regional, seperti parknshop.com hanya melayani konsumen yang berada di Hongkong saja, sedangkan e-mall global melayani transaksi dari berbagai Negara.
Ebay (www.ebay.com) adalah suatu situs lelang online buatan Amerika yang memperjualbelikan berbagai barang, dari peralatan rumah tangga, furniture, alat elektronik, hingga karya seni. Ebay didirikan oleh perusahaan EchoBay pada tahun 1995 oleh Omidyar. Ebay termasuk ke dalam e-commerce yang fenomenal di seluruh dunia dan telah memiliki situs-situs regional di berbagai Negara, seperti Australia, Prancis, bahkan Indonesia (www.id.ebay.com). Ebay membagi katalognya dalam berbagai kategori yang memudahkan pencarian produk. Ebay juga memberikan rekomendasi bagi sellers yang sudah terpercaya dan menggunakan sistem pembayaran dengan menggunakan PayPal, sehingga lebih aman dari penipuan dengan menggunakan kartu kredit.
Wikinomics merupakan sebuah istilah yang diperkenalkan dalam sebuah buku bisnis yang membahas bagaimana kolaborasi massa yang dilakukan oleh beberapa perusahaan pada abad ke 21 ini dengan menggunakan teknologi open source seperti Wikis, telah berhasil membuat kesuksesan perusahaan tersebut. Buku karya Don Tapscott dan Anthony D. Williams dengan judul “Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything” ini sukses menjadi bacaan wajib para businessmen sebagai panduan bisnis mengenai penggunaan teknologi sebagai salah satu tools dalam marketing strategy mereka. Buku ini dipublikasikan pada bulan Desember 2006 dan berhasil dinobatkan sebagai salah satu buku bisnis terbaik di tahun 2007 dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa. Menurut Tapscott, Wikinomics ini mengutamakan empat prinsip utama, yaitu: Openness (keterbukaan), siapapun dapat menjadi anggota secara terbuka, Peering (kerjasama), dengan menerapkan sistem bekerja sama sebagai kelompok dalam pengembangannya, Sharing (berbagi), dengan keterbukaan dan kebebasan untuk saling mengakses dan bertukar informasi, dan Acting Globally (bertindak global), dengan layanan yang bersifat global dan dapat diakses oleh orang dari seluruh dunia tanpa terbatas ruang dan waktu.
Empat prinsip tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam tujuh model strategi bisnis dan ekonomi, yaitu peer pioneer, ideagoras, prosumers, new Alexandrians, platforms for participation, global plant floor, dan wiki workplace. Prosumers adalah gabungan dari kata produsen dan consumers yang karena pada situs kolaborasi massa, konsumen juga sekaligus bertindak sebagai produsen yang turut serat dalam pengembangan produk (informasi). Misalnya dalam situs Youtube di mana pengguna bebas membagikan video dan akan menerima feedback dari pengunjung lainnya. Salah satu contoh wikinomics lainnya yang sudah dikenal akrab adalah Wikipedia, yang memberikan akses kepada setiap pengguna untuk mengakses, membagikan, maupun menyunting sebuah informasi kepada jutaan pengguna lainnya.
Dalam ilmu pemasaran dikenal istilah word of mouth, yaitu informasi yang disebarkan dari mulut ke mulut. Seiring dengan perkembangan teknologi, dan berkembangnya pemasaran interaktif, istilah word of mouth ini meluas jangkauannya menjadi virtual word of mouth, di mana informasi dipertukarkan melalui dunia maya, yang notabene memiliki kekuatan lebih cepat dan menjangkau hampir ke seluruh belahan dunia. Virtual word of mouth ini dicapai dengan memanfaatkan teknologi-teknologi media elektronik online, seperti situs-situs jejaring sosial (Facebook, Twitter, dan Youtube), blog, dan lain-lain. Viral marketing merupakan istilah yang banyak digunakan sekarang ini, yaitu pemasaran online dengan tujuan meningkatkan pertukaran informasi melalaui virtual word of mouth. Teknik ini sudah diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Levi’s, juga organisasi dunia, Greenpeace, melalui situs Youtube, dan terbukti cukup efektif dalam menimbulkan awareness masyarakat. Selain itu, karena memanfaatkan fasilitas internet, teknik pemasaran semacam ini juga irit biaya dan menopangkan keberhasilannya pada tiingginya tingkat virtual word of mouth.
Referensi:
http://ebay.about.com/
http://ezinearticles.com/?Social-Network-Marketing---Promoting-by-Virtual-Word-of-Mouth&id=3899511
http://pages.ebay.co.uk/aboutebay.html
http://www.emall.com/
http://www.proceedings2009.imcsit.org/pliks/12.pdf
http://www.wikinomics.com/blog/index.php/about/
http://www.wikinomics.com/book/
Kamis, Mei 13, 2010
Perkembangan Pemasaran Interaktif
Penerapan CRM dalam Pemasaran Interaktif
Konsumen merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pengembangan perusahaan, sehingga muncul istilah “konsumen adalah raja” yang seringkali didewakan dalam bisnis. Akan tetapi, tidak semua konsumen bermanfaat bagi bisnis, maka itu perusahaan perlu mengenali konsumen yang memberikan keuntungan maksimal untuk kemudian dilayani sesuai kebutuhannya agar terus memberikan keuntungan maksimal bagi perusahaan. Seiring dengan perkembangan suatu bisnis, seringkali perusahaan juga akan berupaya mengembangkan jangkauan konsumen potensial dengan memperluas target market. Hal ini dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti memperluas line produk, memperluas line brand, dan sebagainya. Dalam upayanya menjangkau konsumen yang lebih luas ini, perusahaan masih harus tetap memperhatikan dan mempertahankan konsumen lama. Konsumen lama, maksudnya merupakan konsumen yang telah menggunakan jasa perusahaan terlebih dahulu, dan biasanya sudah memiliki tingkat loyalitas yang lebih kepada merk dan perusahaan tersebut. Perusahaan dapat mengantisipasi hal ini dengan menjali hubungan atau relationship yang lebih personal dengan konsumen-konsumen tersebut dengan metode CRM.
Customer Relationship Management atau biasa disingkat CRM, merupakan proses atau metode yang digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan perilaku konsumen, sebagai salah satu kunci untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan mereka. Dengan adanya aktifitas CRM, perusahaan berupaya untuk menggali lebih detail mengenai konsumennya. Terdapat banyak komponen teknologikal bagi CRM, namun akan salah apabila membayangkan CRM dalam konteks teknologikal intinya, karena akan lebih tepat bila CRM diartikan sebagai proses yang membantu menyatukan banyak komponen dan informasi mengenai konsumen atau pelanggan, penjualan, keefektifitasan pemasaran, tren pasar, dan tanggapan masyarakat. CRM juga membantu bisnis untuk menggunakan teknologi dan sumber daya manusia, untuk memperoleh insights mengenai perilaku konsumen dan nilai atau value konsumen tersebut.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang juga semakin mempengaruhi aplikasi-aplikasi bisnis, CRM menjadi salah satu proses bisnis yang cukup penting dewasa ini. CRM sebagai strategi yang komprehensif dari perusahaan agar setiap proses dari siklus hidup konsumen, seperti acquisitions, fulfillment, dan retention, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menguntungkan dalam pengembangan bisnis perusahaan. Dengan mengaplikasikan CRM, perusahaan dapat memperoleh data yang berguna untuk menganalisis kebutuhan, keinginan, karakteristik, hingga perilaku konsumen, yang dapat berguna sebagai data untuk perencanaan strategi pemasaran yang lebih efektif ke depannya.
Dalam CRM. perusahaan pada dasarnya melakukan beberapa aktifitas utama, yaitu:
1. Membangun database pelanggan yang kuat.
Database merupakan kunci utama dalam pelaksanaan CRM karena berisikan berbagai informasi mengenai suatu konsumen. Database berguna sebagai aset tolak ukur perusahaan saat ini dan kemungkinan performa di masa depan. Database dapat dikumpulkan dengan banyak cara, seperti melalui form aplikasi, pengembalian kartu garansi, kartu anggota, dan sebagainya. Pada pemasaran interaktif melalui internet, database dapat dikumpulkan melalui form registrasi pada situs perusahaan.
2. Membuat profil setiap pelanggan
Pembuatan profil merupakan kelanjutan dari tahap segmentasi konsumen, yang memberikan gambaran kebutuhan, keinginan, karakteristik, perilaku, maupun pendapat mereka mengenai produk atau layanan perusahaan. Dalam menentukan profil pelanggan, perusahaan dapat menggunakan dua parameter, yaitu usage dan uses. Usage menyangkut seberapa banyak mereka menggunakan produk perusahaan, kapan dan produk apa saja yang mereka gunakan, sementara uses menyangkut bagaimana konsumen menggunakan produk tersebut. Selain parameter tersebut, profil dapat digabungkan data-data demografis, psikografis, dan lainnya untuk mendukung profil yang lebih akurat.
3. Analisis profitabilitas setiap pelanggan
Analisis dibuat berdasarkan revenue (penerimaan) yang dihasilkan dari masing-masing konsumen, dan cost (biaya) yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk melayani mereka.
4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih targeted dan customized
Dengan profil yang jelas, perusahaan dapat membedakan target konsumen menjadi lebih terarah, dan perusahaan dapat menjalin komunikasi yang sesuai dengan profil pelanggan.
Sudah cukup banyak perangkat lunak atau software yang menyediakan aplikasi CRM yang beredar di pasaran. Kebanyakan aplikasi merupakan produk buatan perusahaan Amerika dan Eropa yang memang sudah sejak lama mengimplementasikan aplikasi ini pada perusahaan mereka. Aplikasi CRM ini bermanfaat untuk melakukan proses automatisasi pembangunan database pelanggan sesuai dengan data yang ingin digunakan, memberikan laporan dari data-data tersebut sehingga menjadi informasi yang berguna bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan (decision support system).
Selain daripada aplikasi CRM, untuk dapat mengimplementasikan CRM secara efektif, dibutuhkan sumber daya manusia, proses dan prosedur, serta system dan teknologi yang mendukung. Implementasi CRM pada akhirnya bukan hanya menyangkut teknologi, namun keseluruhan strategi perusahaan menyangkut kesiapan karyawan dan persiapan implementasi prosedur yang benar dalam proses pelayanan yang mengutamakan kepuasan konsumen. Teknologi hanyalah sebuah alat yang mendukung kesuksesan implementasi CRM, yang tanpa keberadaannya akan sulit untuk mengimplementasikan CRM yang komprehensif bagi perusahaan. Meskipun CRM membuat perusahaan mengeluarkan biaya lebih, namun perbandingan potensi keuntungan yang akan didapat tidaklah sebanding dan dapat dianggap sebagai sebuah investasi yang menguntungkan bagi perusahaan.
Dewasa ini, kebanyakan perusahaan sudah menggunakan website sebagai strategi pemasaran yang interaktif untuk tetap berhubungan dengan konsumennya. Web dinamis memungkinkan perusahaan untuk dapat mengimplementasikan CRM dengan lebih efektif dibandingkan perusahaan yang menggunakan web statis sebagai situsnya. Hal ini disebabkan dengan penggunaan web dinamis, konsumen, atau konsumen potensial juga dapat member input kepada perusahaan secara aktif dan memiliki tingkat interaksi yang tinggi sehingga komunikasi dapat berjalan dua arah. Pemilik situs dapat menanggapi input konsumen secara langsung, dan dapat memperoleh insight yang berguna. Sementara web statis hanya bersifat satu arah dan menutup kemungkinan bagi konsumen untuk berinteraksi dengan perusahaan melalui web serta menghalangi perusahaan dari mendapatkan feedback langsung dari konsumen, yang akan menyulitkan pengumpulan data insight dari konsumen, sehingga CRM lebih sulit diterapkan karena keterbatasan data yang didapat. Web statis tidak menutup kemungkinan perusahaan dalam memperoleh informasi, akan tetapi lebih sedikit dan tidak langsung. Biasanya dalam web statis, perusahaan mencantumkan contact yang bisa dihubungi berupa nomor telepon, alamat perusahaan, serta alamat email, di mana konsumen bisa menghubungi mereka. Ketika konsumen menghubungi mereka melalui informasi yang diperoleh tersebut, pada saat itulah perusahaan dapat mulai membuat database untuk dipergunakan dalam komunikasi yang lebih personal kepada konsumen tersebut.
Referensi:
Anderson, Kristin and Carol Kerr. 2002. Customer relationship management. Wisconsin: McGraww-Hill.
http://iwayan.info/Lecture/KonsepSILanj_S1/09_CRM-Plasmedia.pdf
Variabel Segmentasi Pasar
Dalam menentukan target pasar atau segmentasi pasar, umumnya ada 5 tahap yang dilalui oleh marketer, yaitu mengidentifikasi strategi targeting yang tepat sasaran, menentukan variabel segmentasi yang digunakan, mengembangkan profil segmentasi pasar, mengevaluasi segmentasi pasar yang relevan, baru kemudian memilih target atau segmen pasar yang dirasa tepat. Pada tahap kedua, marketer harus menentukan variabel segmentasi yang akan digunakan. Variabel segmentasi merupakan karakteristik individu, kelompok atau organisasi yang digunakan untuk membagi pasar ke dalam segmen-segmen tertentu. Variabel yang ditentukan haruslah berhubungan dengan kebutuhan konsumen, serta penggunaan dan perilaku konsumen terhadap produk. Variabel ini ditentukan berdasarkan sumber daya dan kemampuan perusahaan. Menentukan variable yang tepat merupakan langkah yang sangat penting dalam pemasaran sebab variable yang tidak tepat dapat membatasi kesempatan perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Variabel segmentasi ini dapat ditentukan berdasarkan demografi, psikografi, synchrografi, serta technografi.
Demografi
Demografi menurut Philip M. Hauser dan Duddley Duncan adalah ilmu yg mempelajari jumlah, sebaran teritorial, dan komposisi penduduk, serta perubahan penduduk karena fertilitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas sosial.
Pembagian variabel segmentasi berdasarkan demografis merupakan pengelompokkan pasar ke dalam segmen-segmen berdasarkan dinamika kependudukan manusia, meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu, yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.
Karakter-karakter yang biasa digunakan oleh marketer dalam mensegmentasikan pasar berdasarkan demografis misalnya umur, gender, ras dan etnisitas, pendapatan, pendidikan, besar keluarga, siklus hidup keluarga, agama, dan kelas social. Marketer banyak mengandalkan faktor demografis ini karena biasanya karakter ini sangat erat berhubungan dengan kebutuhan dan purchasing behavior konsumen. Selain itu, karakter demografis biasanya mudah diukur karena tidak perlu analisis yang mendalam.
Kebanyakan segmentasi produk di Indonesia dibagi berdasarkan demografis, karena mudah untuk diidentifikasikan, dan keberagaman demografi Indonesia memungkinkan pembagian yang cukup merata bagi tiap kelompok. Marketer perlu memperhatikan distribusi usia dan bagaimana distribusi itu berubah, anak-anak cenderung memiliki pengaruh lebih kuat akan pola pengeluaran. Gender juga merupakan variable yang biasa digunakan untuk mensegmentasi pasar, seperti majalah, kosmetik, dan rokok. Di Indonesia, rokok menthol seringkali diidentikan dengan wanita, sehingga pasarnya kebanyakan adalah wanita. Konsumen Indonesia terdiri dari kelas sosial yang beragam, sehingga produk yang dipasarkan pun disesuaikan dengan kelas-kelas tersebut. Produk-produk mahal yang diperuntukkan bagi kalangan AB, banyak dibuat tiruannya dengan kualitas lebih rendah bagi kelompok CD. Produk-produk seperti makanan, pakaian, kosmetik, atau layanan-layanan seperti bank dan asuransi dapat disegmentasi berdasarkan etnisitas dan ras. Melihat banyaknya etnis dan ras di Indonesia, segmentasi menggunakan variable ini adalah hal yang wajar dan dirasa perlu karena etnis dan ras berbeda biasanya juga memiliki selera dan preferensi yang berbeda. Selain itu demografi juga melihat pengaruh pendapatan terhadap kemampuan membeli, status pernikahan, umur anak, tingkat pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya.
Psikografi
Psikografi membagi konsumen berdasarkan karakteristik psikologisnya. Berbeda dengan demografi, kajian psikografis mempelajari mengapa konsumen membeli produk, maka pendekatan secara psikografis lebih sulit karena harus menganalisis hal yang tidak terlihat.
Pembagian konsumen berdasarkan psikografi memperhatikan alasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Ada empat faktor utama yang berpengaruh terhadap keputusan ini, yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan.
Motivasi merupakan faktor yang berasal dari kebutuhan manusia yang mendorong mereka untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Kebutuhan biologis seperti lapar, haus, dan kenyamanan, maupun kebutuhan psikologis seperti rasa aman, pengakuan, dan penghargaan, akan mendorong manusia melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Persepsi merupakan proses yang dilakukan oleh manusia dalam memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasi informasi maupun pesan yang diterima panca indera. Persepsi setiap orang berbeda-beda dipengaruhi oleh banyak faktor internal (pengetahuan, pengalaman) maupun eksternal (lingkungan). Oleh karena itu, seorang marketer harus menyampaikan pesan secara berhati-hati agar tidak terjadi salah persepsi oleh target konsumennya.
Perilaku manusia merupakan hasil dari pembelajaran (learning process) yang dijalani selama hidupnya. Pembelajaran merupakan perubahan perilaku seseorang yang timbul sebagai akibat dari pengalamannya. Pengalaman menyenangkan akan memberikan konsumen pembelajaran yang positif mengenai suatu produk atau perusahaan tertentu, sementara pengalaman yang buruk akan suatu produk akan memberikan pembelajaran yang negative bagi konsumen sehingga ke depannya akan sulit bagi konsumen untuk mengulangi perilaku pembelian yang sama terhadap produk tersebut. Oleh karena itu, marketer harus memperhatikan pesan komunikasi yang disampaikannya ketika menentukan target konsumen agar terbentuk motivasi, persepsi, pembelajaran, dan sikap yang positif terhadap produk.
Analisis psikografi yang seringkali digunakan dalam segmentasi pasar antara lain berdasarkan kepribadian, motif, dan gaya hidup. Di kota besar seperti Jakarta, penting sekali bagi pemasar untuk mempertimbangkan gaya hidup masyarakat dalam pemasaran, misalnya kebiasaan clubbing, berolahraga di gym, makan di restoran tertentu, belanja di tempat tertentu, maupun tempat nongkrong tertentu. Tempat-tempat tertentu yang menjadi hip di kota besar biasanya menggunakan pemasaran yang mengklasifikasikan pasarnya berdasarkan lifestyle, karena masyarakat memilih berdasarkan value atau image produk, di atas fungsi dan kualitas.
Synchrografi
Synchrografi adalah analisis khalayak yang memanfaatkan observasi. Konsepnya adalah mensegmentasikan pasar dengan penyesuaian timing suatu kejadian. Penggunaan informasi synchrografi menghindarkan secara eksplisit asumsi bahwa tujuan proses pesan individu stabil sepanjang waktu. Segmentasi berdasarkan synchrografi ini memperhatikan hubungan antara kemampuan produk dalam memenuhi permintaan pasar dengan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Synchrografi menyesuaikan sesuai waktu. Misalnya pemasaran produk susu, yang disesuaikan berdasarkan tingkat usia anak, pakaian ibu hamil, yang disesuaikan dengan trimester kehamilannya, pemasaran bunga pada saat pernikahan, pemakaman, dan sebagainya.
Meskipun synchrografi masih sangat bergantung pada proses generalisasi, yaitu dengan memecah khalayak menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan homogen, namun synchrografi memiliki tingkat akurasi analisis khalayak lebih tinggi.
Teknografi
Teknografi merupakan pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat penetrasi teknologi sesuai kebutuhan dan penggunaan mereka akan teknologi. Apabila target konsumen produk tidak memiliki penetrasi media internet yang tinggi, maka penggunaan media interaktif dalam kegiatan pemasaran akan tidak efektif.
Teknografi penting dalam pemasaran interaktif karena kegiatan pemasaran interaktif seringkali memanfaatkan media internet seperti website dan jejaring social, yang merupakan bagian dari teknologi. Di Indonesia, penetrasi teknologi masih belum merata, daerah seperti Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya mungkin sudah terbiasa dengan teknologi-teknologi canggih yang memerlukan kemampuan yang lebih tinggi, sedangkan daerah-daerah lain masih belum terlalu terpenetrasi oleh teknologi tertentu. Oleh karena itu, marketer perlu mempertimbangkan teknografi dalam pemasaran. Perusahaan provider misalnya, harus memikirkan tingkat pemakaian handphone dan kualitas sinyal di daerah tersebut sebelum memasarkan produknya.
Segmentasi pasar sangat penting untuk efektifitas marketing, agar lebih terfokus dan mencapai target khalayak yang sesuai. Segmentasi dengan penggunaan variable yang tepat akan membantu perusahaan menentukan target mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih dan lainnya. Segmentasi juga dilakukan sesuai dengan produk dan sumber daya perusahaan.
Referensi:
Greene, John O. dan Brant Raney Burleson. Handbook of Communication and Social Interaction Skills. Mahwah, NJ and London: Lawrence Erlbaum Association.
Kotler, Phillip dan Gary Armstrong. 2006. Introduction to Marketing. Prentice-Hall.
Rogers, Stuart Clark. 2001. Marketing Strategies, Tactics, and Techniques: A Handbook for Practitioners. Westport: Greenwood Publishing Group, Inc.
Mengukur Efektifitas Website dengan Webtrends dan Webmetrics
Dalam pengelolaan sebuah website, terutama sebagai bagian dari strategi internet marketing, penting untuk melakukan evaluasi akan performansi website tersebut, untuk melihat apakah strategi yang diterapkan pada website sudah sesuai dengan objektif perusahaan dan menganalisis apakah perusahaan perlu melakukan perubahan atau modifikasi pada website tersebut agar lebih tepat sasaran. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran efektifitas website.Pengukuran efektifitas website, atau disebut Internet Marketing Metrics, mengindikasikan efektifitas aktivitas internet marketing dalam pemenuhan objektif konsumen, bisnis, dan pemasaran. Hal ini dapat dilakukan secara online, dengan menggunakan software analisis tertentu, maupun dengan cara offline, yaitu dengan cara-cara konvensional, seperti melihat hubungan antara hasil penjualan dengan pengaruh website tersebut (marketing impact), dan lain-lain.
Metode pengukuran online memberikan marketer gambaran bagian website mana yang bekerja dengan baik, dan mana yang tidak. Online web metrics dikumpulkan secara otomatis oleh software yang diinstall pada web server atau menggunakan third party applications, seperti Google Analytics, Webtrends, Webmetrics, Omniture, dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi ini tidak hanya mengukur lalu lintas website, namun juga dapat digunakan sebagai alat untuk penelitian bisnis dan riset pasar, karena hasil analisis data dapat digunakan untuk menentukan penjualan, keuntungan, tingkat kerugian, dan minat pasar. Perusahaan juga dapat melakukan pengukuran terhadap elemen tertentu dalam lalu lintas website, sehingga dapat lebih memahami pengunjung situs sebagai target khalayak, dan menyesuaikan pesan komunikasi sedemikian rupa.
Webtrends
Webtrends adalah perusahaan swasta yang menyediakan jasa web analytics dan solusi software lainnya yang berhubungan dengan pemasaran internet. Berdiri sejak tahun 1993, Webtrends merupakan solusi untuk melacak informasi bisnis pelanggan selama lebih dari satu decade dan merupakan salah satu pelopor industry analisis web. Hingga saat ini Webtrends telah melayani lebih dari 10.000 perusahaan besar maupun kecil di seluruh dunia, termasuk diantaranya Ikea, US Bank, General Mills, Reuters, dan Ticketmaster. Webtrends memberikan layanan bagi website yang ingin melakukan pengukuran efektivitas situs mereka melalui analisis pengunjung website dan konsumen denga mengukur dan mengoptimalisasi aktivitas online. Webtrends menganalisis preferensi konsumen yang bersifat individual untuk meningkatkan targeting dan segmenting.
Standar Webtrends yang berdasarkan pada teknologi dan dukungan yang berdedikasi mendukung perusahaan untuk mendapatkan pengumpulan data yang berpusat pada pengunjung website mereka. Webtrends mengumpulkan data dari web server log files yang diambil dari informasi scripts klien, kemudian menampilkan hasilnya pada graphic user interface dan menghasilkan variasi yang besar dari data dan analisa dari berbagai website yang berbeda. Presentasi interface hasil bisa dikonfigurasi, sehingga administrator website dapat memilih informasi yang spesifik untuk ditampilkan.
Hasil analisis Webtrends tidak sekedar berupa data kuantitatif maupun grafik, namun dijabarkan dalam kalimat yang lebih mudah dipahami oleh penggunanya. Penjabaran dan hasil analisis website perusahaan disertai data perusahaan offline, sehingga perusahaan dapat lebih mudah menginterpretasikan hasil pengukuran untuk kemudian mengaplikasikannya pada strategi pengembangan performa website.
Software yang ditawarkan webtrends beragam, seperti webtrends analytic 9 untuk memonitor website, aplikasi dan media sosial, webtrends optimize untuk tes segmen dan target, webtrends social measurement untuk mendengarkan dan berpartisipasi, webtrends visitor datamart untuk membuat profile pengguna, webtrends ad director untuk meningkatkan performa periklanan, dan webtrends professional services untuk bekerja dengan layanan yang terbaik.
Webmetrics
Dibangun pada tahun 1999, Webmetrics sebelumnya dikenal sebagai traffic log atau site statistic, karena mengukur dan mengawasi lalu lintas website seperti server hits, pengunjung yang datang, pengunjung yang beberapa kali datang, halaman yang dimasuki, exit page, halaman pertama yang dikunjungi, halaman berikutnya yang dikunjungi, dan lama rata-rata pengunjung mengunjungi suatu website. Seiring dengan perkembangan jaman, Webmetrics sekarang tidak hanya dapat menganalisis lalu lintas sebuah website, namun juga hal-hal lain yang lebih spesifik seperti perilaku pengunjung atau pengguna website tersebut, termasuk di antaranya analisis mengenai profil pengguna, intensitas mereka membuka website tersebut, jumlah pengunjung dan pengguna website tersebut, fasilitas atau konten website yang paling sering dikunjungi oleh pengguna, bagaimana dan di mana pengunjung atau pengguna menemukan website tersebut, dan lain sebagainya. Analisis ini dilakukan dengan memperhatikan asal pengunjung website yang datang, mempelajari kata kunci yang digunakan oleh pengguna untuk menemukan site kita, bagaimana proses mereka dinavigasi, pada page mana saja mereka berhenti, serta apa saja yang mereka lakukan sepanjang mengunjungi website tersebut. Dengan adanya analisis ini, perusahaan dapat mengevaluasi situasi yang ada, kemudian melakukan penambahan yang diperlukan serta mengurangi yang tidak dibutuhkan pada website. Data-data yang dihasilkan oleh Webmetrics bersifat kualitatif dan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai sumber strategi pengelolaaan website yang lebih baik.
Sebagai layanan web analytics, Webtrends dan Webmetrics hanyalah contoh layanan yang dapat meningkatkan optimalisasi kinerja dan performa website. Masih banyak layanan lainnya yang menawarkan fitur dan layanan yang berbeda-beda, semua tergantung spesifikasi pengukuran yang dibutuhkan perusahaan. Oleh karena itu, pengelola website harus mengetahui dengan jelas kebutuhan dan tujuan dalam mendapatkan analisa dan data website, sehingga dapat memilih layanan yang terbaik yang memberikan analisis yang paling diperlukan dalam pengembangan website.
Referensi:
http://www.webtrends.com/AboutWebtrends/CompanyBackground.aspx
http://www.webtrends.com/Products/Services.aspx
http://www.webmetrics.com/products/index.html
http://www.webmetrics.com/resources/brochures/Services_Overview_Brochure.pdf
Pemanfaatan Facebook dalam Pemasaran Internet
Jejaring sosial saat ini semakin berkembang di kalangan masyarakat. Situs-situs jejaring sosial seperti Friendster, Twitter, Facebook, atau MySpace bukan lagi hal asing dan menjadi situs wajib untuk dikunjungi oleh pengguna internet di seluruh dunia. Google, Facebook, Yahoo, YouTube, Windows Live, Wikipedia, dan Blogger.com menjadi tujuh situs yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia, dengan Twitter dan MySpace juga tercatat dalam 20 besar.
Jika Facebook, sebagai salah satu situs jejaring sosial paling populer di dunia, diibaratkan sebagai sebuah negara, maka “Negara Facebook” akan menjadi negara berpopulasi terbanyak ketiga, setelah India dan Cina dengan total “penduduk” lebih dari 200 juta orang. Di Indonesia kepopuleran Facebook dapat dilihat dari jumlah pengguna Indonesia yang berada di urutan ke-6 sebagai negara dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak di dunia, dengan presentasi 37 % setelah Amerika (29,6 %), Inggris (5,5 %), Prancis (5,3 %), Itali (5,1 %) dan India (3,8 %). Pada bulan April 2009, pertumbuhan pengguna baru Facebook di Indonesia, mencapai rekor tertinggi di dunia, yaitu 159.000 anggota baru dalam satu minggu. Pengguna Facebook mencakup orang dewasa, remaja, hingga anak-anak, tanpa batasan latar belakang sosial dan ekonomi.
Dari data-data tersebut dapat disimpulkan betapa besarnya pertumbuhan jejaring sosial dalam masyarakat, yang secara otomatis mengubah perilaku masyarakat. Hal ini membuka peluang baru dalam dunia pemasaran, terutama pemasaran internet, untuk menggunakan situs-situs jejaring sosial untuk menggapai konsumen potensial yang lebih luas, contohnya Facebook. Selain dikarenakan banyaknya pengguna Facebook, situs ini juga menyediakan fasilitas berupa fitur-fitur yang mendukung pemasaran, seperti fan page¸ dan memungkinkan pemasar melakukan kustomisasi atau penyesuaian yang dikehendaki dengan fitur-fitur yang dapat memfasilitasi pembuatan iklan berbasis gambar atau teks dengan cepat, serta mempermudah penargetan konsumen yang tepat berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, dan faktor-faktor lainnya. Penggunaan Facebook sebagai salah satu teknik pemasaran bukan hanya sebagai usaha penggapaian calon konsumen yang luas secara efektif dan efisien (jangkauan seluruh dunia dan biaya rendah) bagi perusahaan, namun juga sebagai upaya untuk memoles ‘brand image’ maupun ‘corporate image’ di mata masyarakat.
Ratusan juta pengguna Facebook di sleuruh dunia secara sukarela memasukkan informasi mengenai diri mereka di situs ini. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang dapat dimanfaatkan dalam pemasaran, karena perusahaan dapat mengidentifikasi konsumen-konsumen potensial mereka dengan melihat umur, lokasi, bahkan interest atau minat mereka, apakah sesuai dengan target pasar mereka. Pakar pemasaran mengatakan, jumlah informasi pribadi yang dimiliki Facebook dan loyalitas penggunanya merupakan aset penting bernilai “jutaan yang tidak terbilang” bagi perusahaan yang bergerak di bidang riset pasar. Coca–cola, Blockbuster, Verizon, Sony Pictures, dan Conde Nast hanyalah beberapa contoh perusahaan besar yang telah memutuskan untuk bergabung dan bekerjasama dengan Facebook untuk memasarkan produk mereka.
Ada empat cara utama yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk menggunakan Facebook sebagai salah satu bagian dari strategi marketing mereka, yaitu:
1. Membuat Fan Page.
Fan Page merupakan salah satu jenis akun dalam Facebook di mana, pemilik akun tersebut menyediakan informasi mengenai suatu organisasi, produk, komunitas atau kelompok tertentu. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh pemasar untuk berinteraksi dengan konsumen potensial dengan memberikan info-info terkini mengenai produk atau perusahaan secara reguler, menampilkan foto-foto, membuka forum untuk berdiskusi, atau membuat aplikasi-aplikasi menarik yang berhubungan dengan produknya. Pengunjung dapat menjadi fans akun tersebut (yang akan terlihat pada halaman profil mereka) dan mendapatkan info secara reguler mengenai perkembangan dari akun tersebut. Penting sekali bagi pemasar untuk mengupdate dan menangani fanpage secara rutin untuk menyediakan informasi yang berguna bagi fans. Selain itu, untuk meningkatkan jumlah penggemar, penting bagi perusahaan untuk membuat page yang menarik, misalnya dengan mengadakan kontes, seperti yang dilakukan oleh Burger King (Whopper Sacrifice Campaign) yang mengajak anggota untuk mendelete 10 teman facebook mereka untuk mendapatkan Whopper (burger andalan Burger King). Kampanye ini terbilang sukses terbukti dengan banyaknya orang yang rela menghapus teman mereka untuk mendapatkan burger gratis.
2. Membuat Group
Membuat grup mengenai hal-hal yang berkaitan dengan produk, yang kira-kira sedang diminati atau menjadi perhatian banyak orang. Selain itu, dapat pula dengan berpartisipai ke grup-grup lain yang relevan untuk menyebarluaskan produk atau perusahaan.
3. Invite to Event
Dengan fitur ini, perusahaan dapat memberitahukan jadwal sebuah event tertentu yang akan dilaksanakan dengan mengundang orang-orang yang sesuai dengan target pasarnya. Orang-orang tersebut kemudian dapat memberikan konfirmasinya apakah akan datang ke acara tersebut atau tidak. Mereka juga dapat melihat siapa saja yang akan datang dan tidak. Fitur ini sangat berguna untuk menyebarluaskan suatu event yang akan membantu promosi produk atau perusahaan.
4. Facebook Ads
Facebook ads adalah pemasangan iklan di Facebook. Untuk memasang iklan di Facebook dapat dinilai cukup efisien dalam hal biaya, karena pemasangan iklan dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya, atau gratis. Cara paling sederhana adalah dengan membuat akun perusahaan atau produk di situs Facebook, kemudian memasukkan foto-foto, deskripsi, juga link alamat website atau blog perusahaan atau produk tersebut. Di profile bisa dimasukkan data-data penting lain yang dapat mendukung pemasaran produk atau perusahaan tersebut. Cara yang paling sering dipakai antara lain dengan memanfaatkan photo tagging, dengan men-tag konsumen-konsumen potensial dalam suatu foto tertentu. Otomatis orang tersebut akan melihat foto yang dimaksud dan membuka halaman profil perusahaan. Tag photo juga efektif dilihat oleh pengunjung atau teman-teman orang yang di-tag, karena muncul di news feed dan dapat dilihat di profil. Cara ini sering digunakan oleh Online Shop, yang menjual pakaian, sepatu, dan lain-lain.
Cara lain yaitu dengan memanfaatkan Facebook Advertising Credits, yang bisa didapatkan dengan memasukkan Facebook Coupon Code. Facebook Coupon Code adalah kode berisi serangkaian karakter yang dapat digunakan oleh pengiklan untuk mengklaim sejumlah Advertising Credit yang nantinya dapat digunakan untuk membayar biaya pemasangan iklan di Facebook. Nilai coupon code ini beragam, dari US$25 hingga US$100, dan lainnya. Coupon code untuk Facebook ini dapat diperoleh dari pihak lain yang bekerjasama dengan Facebook atau dikeluarkan sendiri oleh Facebook.
Judul iklan dibatasi sebanyak 25 karakter, dan isi iklan dapat memuat hingga 135 karakter. Juga tersedia fasilitas pemasangan gambar bagi iklan sebagai pendukung visualisasi produk ke
target pasar yang ukurannya akan disesuaikan menjadi 110 X 80 pixel.
Facebook juga merupakan contoh yang baik bagi komitmen dalam pelayanan karena pihak ketiga dapat membangun aplikasi diatas platform Facebook dengan fasilitas yang sama dengan developer internalnya. Facebook hanyalah salah satu dari jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan dalam internet marketing. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, akan tetapi dengan pemanfaatan yang tepat dan efektif, diharapkan perusahaan dapat memaksimalkan pemasaran agar mencapai hasil sesuai tujuan dan objektifnya.
Referensi:
Fajrin, Javan Herdamang. Trend periklanan menggunakan situs jejaring sosial [social network sites], situs Facebook. http://blog.unila.ac.id/vantheman/files/2009/06/trend-periklanan-menggunakan.pdf
Sidabalok, Saiful Bahri. Mengenal Internet Marketing. http://www.business-laptop-computers.co.tv/Kaya%20Dengan%20Internet%20Marketing.pdf
http://www.alexa.com/topsites
http://www.antara.co.id/berita/1263389105/pemasaran-di-jejaring-sosial-terus-tumbuh
http://bootcampdigital.com/tag/building-business-on-facebook/
http://www.facebook.com/adv
http://www.lasembiz.com/2010/02/bangun-usaha-anda-dengan-situs-jejaring-sosial/
